Anambas, Kepulauan Riau [DESA MERDEKA] – Program pemberdayaan masyarakat di Desa Langir, Kecamatan Palmatak, Kepulauan Anambas, mulai menunjukkan hasil yang nyata dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga. Melalui pendampingan intensif dari Medco Energi, budidaya lebah madu peket dan ketam bakau berhasil membuka peluang usaha baru, meningkatkan kreativitas, dan menambah pendapatan 39 warga sejak program diluncurkan tahun lalu.
Kepala Desa Langir, Hendrison, menyatakan rasa syukurnya atas program ini, yang dinilai telah mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal.
“Sejak setahun terakhir, masyarakat kami dibimbing untuk lebih kreatif melalui budidaya lebah madu dan ketam bakau. Ini adalah peluang ekonomi baru bagi warga,” ujar Hendrison, Jumat (28/11).
Pelatihan Intensif dan Inovasi Budidaya
Pemerintah Desa Langir menerima bantuan awal sebanyak 200 bibit ketam bakau dan 125 stup lebah madu, yang kemudian didistribusikan kepada warga penerima manfaat. Yang lebih penting dari sekadar bantuan bibit, warga juga mendapatkan pelatihan intensif, bahkan beberapa di antaranya dikirim langsung ke Jawa untuk mempelajari teknik budidaya yang benar.
“Kami tidak hanya mendapatkan bibit, tetapi juga ilmu dan cara mengembangkannya, yang menjadi bekal penting bagi keberlanjutan usaha ini,” tambah Hendrison.
Program pendampingan ini merupakan bagian dari program Scaling-Up Anambas Rural Smallholder (SUAR) yang diinisiasi oleh Manager Field Relations & Community Enhancement Medco E&P Natuna, Kemal A. Massi. Program SUAR secara spesifik fokus pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya generasi muda, agar mereka menjadi pelaku utama dalam mengelola sumber daya alamnya secara berkelanjutan.
Salah satu inovasi kunci yang diperkenalkan adalah model silvofishery, sebuah sistem budidaya perikanan yang terintegrasi dengan konservasi hutan mangrove. Warga membangun keramba ketam di antara hutan mangrove dan menempatkan stup lebah di pinggir hutan untuk memanfaatkan pakan alami dari ekosistem pesisir.
Kisah Sukses Peternak Lebah Peket Langir
Keberhasilan program ini dicontohkan oleh Syambudi, salah satu warga penerima manfaat. Setelah menjalani pelatihan selama enam bulan di Jawa, Syambudi kini mampu mengembangkan budidaya lebah peket (madu kelulut) secara mandiri.
“Saya tidak pernah menyangka bisa membudidayakan lebah peket seperti sekarang. Melalui program SUAR, saya belajar teknik beternak yang benar sampai akhirnya bisa panen dan menjual madu sendiri,” ungkap Syambudi.
Dampak ekonomi yang dirasakan Syambudi terbilang signifikan. Dalam periode April hingga Oktober 2025, ia berhasil memasarkan 71 botol madu dengan total nilai mencapai Rp3,55 juta. Selain itu, ia juga mampu mengembangkan enam koloni baru, yang secara ekonomis bernilai sekitar Rp4,8 juta.
“Pendapatan tambahan ini sangat membantu ekonomi keluarga dan kini saya dikenal sebagai peternak peket produktif di Langir,” tuturnya bangga.
Meskipun menghadapi tantangan di lapangan, seperti menurunnya habitat kepiting akibat degradasi mangrove, warga terus berinovasi untuk menjaga keberlangsungan usaha. Program SUAR juga mendorong pembentukan Kelompok Pembudidaya Ketam dan Peket (Pokdaya) sebagai motor penggerak ekonomi baru desa. Kemal Massi menekankan bahwa semangat gotong royong dan rasa memiliki warga adalah kunci utama yang membuat program ini berkelanjutan, sebab warga terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.