Inovasi HIEREN: Teknologi Energi Terbarukan Berbasis Koperasi Petani dan Nelayan Desa
Banyumas, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Rafi Ashza Sejati, membuktikan bahwa inovasi teknologi energi terbarukan dapat berakar kuat dari pemberdayaan masyarakat desa. Melalui startup binaannya, HIEREN, Rafi mengembangkan sebuah solusi energi bersih yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga berbasis sosial ekonomi melalui skema koperasi petani dan nelayan.
Inisiatif brilian ini membuahkan pengakuan nasional. HIEREN berhasil menembus jajaran Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025, sebuah kompetisi bergengsi gagasan bisnis mahasiswa yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero), bersaing di kategori Energy Founder subkategori Energy Future.
Energi Terbarukan Harus Menyentuh Sisi Manusia Desa
Rafi, yang merupakan anak desa asli Cilacap, memiliki pemahaman mendalam tentang kesulitan akses energi yang dialami masyarakat pedesaan dan kawasan pesisir. Hal ini mendorongnya menciptakan model energi bersih yang dapat dimiliki, dioperasikan, dan dimanfaatkan langsung oleh warga.
“Visi kami sederhana, menghadirkan energi yang tidak hanya bersih dan tangguh terhadap cuaca ekstrem, tapi juga memberikan kemandirian bagi masyarakat desa,” ujar Rafi dalam keterangan pers, Sabtu (22/11/2025).
HIEREN dikembangkan sebagai social enterprise Energi Baru Terbarukan (EBT) yang beroperasi melalui koperasi. Teknologi intinya, yaitu Modular EBT Plug-and-Play Hybrid Omnisource, memungkinkan energi bersih dikelola secara mandiri. Teknologi ini didesain plug-and-play, yang berarti tinggal colok tanpa memerlukan teknisi khusus atau perakitan yang rumit. Bagi masyarakat pesisir dan desa terpencil, kemudahan instalasi dan modularitas sistem—yang memungkinkan penyesuaian kapasitas sesuai kebutuhan dan dana—menjadi faktor krusial dalam adopsi teknologi.
Skema Pembayaran Fleksibel Sesuai Siklus Panen
HIEREN bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga jembatan ekonomi bagi petani dan nelayan. Hal ini terlihat dari skema pembayaran iuran energi yang ditawarkan. Skema pembayaran ini disesuaikan secara khusus dengan siklus panen atau tangkapan laut, sesuatu yang jarang ditemui dalam bisnis energi konvensional. Model pembayaran yang fleksibel ini bertujuan membantu meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan keluarga di desa.
Sejak setahun lalu, Rafi dan tim rutin turun ke lapangan, berinteraksi langsung dengan warga desa, menggelar sosialisasi, edukasi, hingga transfer pengetahuan. Bahkan, untuk memperkuat pemberdayaan lokal, produksi komponen sistem HIEREN kini telah melibatkan para pemuda setempat di Cilacap.
“HIEREN kami bangun sebagai gerakan transisi energi yang adil dan inklusif. Ini bukan proyek singkat, ini perjalanan panjang bersama masyarakat untuk menghadirkan energi yang dapat mereka kelola dan pahami manfaatnya,” tegas Rafi, menandaskan bahwa energi terbarukan harus fokus pada bagaimana masyarakat mengelola dan tumbuh bersama teknologi tersebut.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.