Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 24 Jun 2023 11:14 WIB ·

Paradoks Bimtek Siskeudes Bantaeng: Peningkatan Kapasitas atau Pemborosan Anggaran?


					Paradoks Bimtek Siskeudes Bantaeng: Peningkatan Kapasitas atau Pemborosan Anggaran? Perbesar

Makassar, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Digitalisasi tata kelola keuangan desa memang menjadi keharusan di era milenial. Namun, langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng yang kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Keuangan Desa (SISKEUDES V2.0.R2.05) di luar daerah menuai sorotan tajam. Meski bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM), pelaksanaan acara di Makassar dianggap bertolak belakang dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal.

Bimtek yang berlangsung pada 22-25 Juni 2023 di Grand Asia Hotel Makassar ini diikuti oleh 46 desa se-Kabupaten Bantaeng. Setiap desa mengirimkan tiga perwakilan, yakni Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Kaur Keuangan. Jika dikalkulasi dengan unsur SKPD terkait, terdapat lebih dari 136 peserta yang bertolak ke ibu kota provinsi.

Bupati Bantaeng, Dr. H. Ilham Syah Azikin, dalam sambutannya saat membuka acara, menegaskan bahwa kegiatan ini strategis untuk membangun komitmen pelayanan masyarakat yang akuntabel. Ia berharap forum ini menjadi ruang konsolidasi agar pengelolaan dana desa semakin transparan dan profesional. Turut hadir dalam pembukaan tersebut jajaran BPKP Sulsel, Kapolres Bantaeng, hingga Kejaksaan Negeri Bantaeng.

Ironi “Uang Keluar” dan Potensi Lokal yang Terabaikan

Sorotan muncul dari aktivis desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD). Mereka menilai, meski peningkatan kapasitas itu penting, pemilihan lokasi kegiatan di luar daerah dianggap mencederai semangat PMK Nomor 201/PMK.07/2022. Regulasi tersebut menekankan bahwa pengelolaan Dana Desa harus memiliki nilai pemberdayaan demi kesejahteraan masyarakat lokal. Pelaksanaan Bimtek di Makassar menjadi ironi karena ini merupakan kali ketiga agenda serupa dilakukan di luar Bantaeng. Padahal, Kabupaten Bantaeng memiliki fasilitas akomodasi yang representatif seperti Hotel Seruni, Kirei, atau Ahriani yang merupakan objek pajak daerah.

“Jika dilakukan di daerah sendiri, kita memberikan penghasilan kepada pengusaha lokal dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat Bantaeng,” ungkap salah satu pengamat desa.

Penyelenggaraan Bimbingan Teknis Desa Inklusi oleh kementerian Desa, di Hotel Seruni

Kontradiksi Pernyataan Bupati

Kegiatan di Makassar ini dinilai berlawanan arah 180 derajat dengan pernyataan Bupati Ilham Syah Azikin di masa lalu. Dalam sebuah pelatihan Desa Inklusi di Hotel Seruni beberapa waktu lalu, Bupati sempat melontarkan gagasan menarik: bahwa uang Bantaeng jangan dibawa keluar, dan jika memungkinkan, justru uang dari luar yang dibawa masuk ke Bantaeng.

Kini, dengan memboyong ratusan perangkat desa ke Makassar untuk materi yang sudah pernah diberikan dua kali sebelumnya, konsistensi antara gagasan pemberdayaan lokal dan kebijakan operasional Pemkab Bantaeng pun dipertanyakan. Publik menanti kebijakan yang lebih membumi, di mana peningkatan SDM selaras dengan penguatan ekonomi di “halaman rumah” sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 152 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN