Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KESEHATAN · 18 Nov 2025 13:01 WIB ·

Ditolak Ambulans, Pasien Kritis di Situbondo Meninggal di Rumah


					Ditolak Ambulans, Pasien Kritis di Situbondo Meninggal di Rumah Perbesar

Puskesmas Panarukan Dituding Abaikan Pasien Kritis, Berujung Kematian

Situbondo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Pelayanan kesehatan di Kabupaten Situbondo kembali menjadi sorotan setelah seorang warga, Mistari dari Desa Pawoan, Kecamatan Panarukan, menyesalkan tindakan petugas Puskesmas Panarukan yang menolak meminjamkan mobil ambulans untuk membawa mertuanya yang kritis ke rumah sakit pada Sabtu (1/3/2024). Penolakan ini berakibat fatal; mertua laki-laki Mistari meninggal dunia di rumah karena terlambat mendapatkan penanganan medis.

Mistari mengungkapkan, inisiatif meminjam ambulans dari Puskesmas Panarukan (Jl. Raya Wringin Anom No. 29) muncul karena tidak adanya kendaraan roda empat yang memadai untuk membawa mertuanya yang sakit parah. Namun, permintaannya ditolak mentah-mentah oleh petugas di bagian resepsionis dan kepala ruangan.

“Ketika saya hendak meminjam ambulans, petugas mengatakan bahwa mobil ambulans puskesmas hanya diperuntukkan bagi pasien rujukan dari puskesmas ke rumah sakit, bukan untuk masyarakat umum,” jelas Mistari dengan nada kecewa.

Ia menyayangkan, akibat terkendala kendaraan dan penolakan layanan, mertuanya tidak segera mendapatkan pertolongan. Penanganan medis yang terlambat inilah yang dinilai Mistari menjadi penyebab meninggalnya sang mertua di rumah.

Respons Lambat Setelah Intervensi Kepala Dinas
Mistari menilai, sikap Puskesmas Panarukan tersebut jelas mengabaikan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas pelayanan publik. “Mobil ambulans yang dibeli dari uang negara untuk kepentingan rakyat tidak bisa dipakai untuk rakyat. Buktinya, ketika saya minta tolong agar mobil ambulans menjemput pasien yang sakit parah, justru diabaikan,” tegasnya.

Kejanggalan terjadi ketika Mistari akhirnya berinisiatif menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Situbondo. Setelah intervensi dari Kepala Dinas dan diteruskan ke Kepala Puskesmas, barulah mobil ambulans bergerak. Namun, kedatangan ambulans sudah terlambat.

“Ketika mobil ambulans tiba di rumah saya, mertua sudah meninggal dunia. Mungkin, kalau saya tidak telepon Kepala Dinas Kesehatan, mobil ambulans tak akan sampai ke rumah saya,” ungkap Mistari, yang menilai pelayanan publik di Puskesmas Panarukan sangat buruk dan menuntut reformasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Situbondo.

Klarifikasi Puskesmas: Ada Mis-Komunikasi dan Prosedur Rujukan
Menanggapi peristiwa ini, Kepala Puskesmas Panarukan, dr. Yuni Verosita, membenarkan adanya permintaan penjemputan pasien yang tidak terlayani dengan baik pada Jumat (29/2/2024) malam.

dr. Yuni menduga ada “mis-komunikasi” dalam penyampaian permintaan. Ia menjelaskan bahwa permintaan yang diterima via WhatsApp adalah agar ambulans menjemput pasien di rumahnya di Desa Klatakan (bukan Pawoan, berbeda dengan keterangan Mistari) untuk langsung dibawa ke rumah sakit, bukan ke puskesmas.

Ia menegaskan, Puskesmas Panarukan memang tidak memiliki prosedur untuk peminjaman mobil ambulans yang langsung membawa pasien dari rumah ke rumah sakit. Prosedur rujukan darurat (emergency) yang dimiliki Puskesmas mengharuskan pasien dibawa ke Puskesmas terlebih dahulu.

“Kalau prosedur emergency yang dimiliki Puskesmas Panarukan, pasien harus dibawa ke puskesmas terdahulu untuk dilakukan pertolongan pertama hingga kondisi pasien stabil. Setelah itu, baru bisa dirujuk ke rumah sakit terdekat. Ambulans puskesmas tidak perlu sewa, jika memang emergency bisa difasilitasi di puskesmas,” jelas dr. Yuni.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat sebenarnya bisa memanfaatkan ambulans desa. Meskipun demikian, dr. Yuni mengakui bahwa ambulans akhirnya diberangkatkan menuju Desa Klatakan untuk menjemput pasien, namun saat tiba, pasien sudah meninggal dunia. Peristiwa ini menyoroti perlunya sosialisasi prosedur emergency yang jelas kepada masyarakat dan peningkatan respons cepat petugas kesehatan di Situbondo.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Rembug Stunting Desa Kedungboto Bidik Sanitasi dan Gizi

27 Mei 2026 - 12:23 WIB

Rahasia Bontotangnga Capai Partisipasi Posyandu Seratus Persen

22 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dokter Spesialis Turun ke Desa, RS Tidak Lagi Menara Gading

18 Mei 2026 - 21:12 WIB

Trending di KESEHATAN