Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 10 Sep 2025 07:34 WIB ·

Sumatera Barat Jajaki Investasi dengan MNC Asset Management


					Sumatera Barat Jajaki Investasi dengan MNC Asset Management Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menjajaki kerja sama investasi dengan PT MNC Asset Management di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah. Penjajakan ini dibahas dalam audiensi antara Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dengan Direktur PT MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi, di kediaman gubernur pada Selasa (9/9/2025).

Gubernur Mahyeldi menjelaskan, untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Pemprov tengah menyiapkan berbagai alternatif pembiayaan. Salah satu instrumen yang sedang digarap adalah sukuk daerah berbasis syariah. Rencana ini telah disiapkan sejak 2022 dan saat ini masih dalam proses penyesuaian regulasi, namun Pemprov optimistis bisa segera terealisasi.

“Kami terus berupaya mencari sumber pembiayaan inovatif untuk pembangunan,” kata Gubernur Mahyeldi.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga mengusung konsep Green Province melalui pendanaan lingkungan. Saat ini, Sumbar telah menerima komitmen dana senilai sekitar 3,5 juta dolar AS. Pemprov juga tengah mengupayakan tambahan pembiayaan dari Jerman sebesar 20 juta euro.

Sebagai salah satu sumber pembiayaan alternatif, Pemprov akan menggelar Seminar Internasional Wakaf pada November 2025. Acara ini akan menghadirkan narasumber dari berbagai negara, seperti Mesir, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Malaysia, dan Indonesia. Gubernur menargetkan wakaf dapat menjadi pilar pembiayaan pembangunan, mengingat potensi wakaf nasional mencapai Rp500 triliun.

Optimalisasi aset daerah juga menjadi fokus utama. Beberapa kantor pemerintahan akan diintegrasikan, dan aset yang tidak terpakai akan dimanfaatkan oleh pihak ketiga. Mahyeldi juga meminta jajarannya yang bertugas ke Jakarta agar proaktif bertemu kementerian untuk mencari peluang pendanaan.

Menurut Mahyeldi, potensi ekonomi dari perantau Minang juga sangat besar. Diperkirakan, para perantau mampu menyumbang hingga Rp25 triliun per tahun untuk pembangunan daerah.

Menanggapi inisiatif tersebut, Direktur PT MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi, menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di Sumbar. Pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemprov, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Bank Nagari dan Jamkrida Sumbar, serta Kadin Indonesia. Potensi investasi yang ditawarkan mencakup sektor strategis seperti hilirisasi pertanian, perkebunan, energi panas bumi, dan sektor lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan ini dan siap mendukung inisiatif Pemprov Sumbar,” kata Dimas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Trending di EKBIS