Pamekasan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada 10 desa di Kabupaten Pamekasan tahun ini. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pamekasan, Kusairi, menjelaskan bahwa BKK ini disalurkan langsung ke rekening desa penerima. “BKK yang diberikan kepada 10 desa ini dalam bentuk program yang berbeda, dan penyalurannya langsung ke rekening desa,” kata Kusairi di Pamekasan, Selasa.
Sepuluh desa penerima BKK tersebar di delapan kecamatan, yaitu Galis, Proppo, Tlanakan, Pamekasan, Pademawu, Palengaan, Larangan, dan Pakong. Rinciannya sebagai berikut:
Program Jatim Puspa (Jawa Timur Pemberdayaan Perempuan): Dua desa menerima bantuan ini, yaitu Desa Bulay (Kecamatan Galis) dan Desa Rek Kerrek (Kecamatan Proppo). Program Jatim Puspa dicanangkan Pemprov Jatim untuk pengentasan kemiskinan dan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19, khususnya melalui pemberdayaan perempuan.
Program Desa Berdaya: Empat desa penerima adalah Desa Lembung dan Desa Ponteh (Kecamatan Galis), Desa Branta Pesisir (Kecamatan Tlanakan), serta Desa Laden (Kecamatan Pamekasan). Program ini merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk memajukan desa-desa di Jawa Timur. Fokusnya mencakup peningkatan ekonomi, sosial, budaya, dan tata kelola desa. Tujuannya adalah menjadikan desa lebih mandiri dan sejahtera melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
Bantuan Keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Empat desa yang menerima bantuan ini adalah Desa Murtajih (Kecamatan Pademawu), Desa Palengaan Laok (Kecamatan Palengaan), Desa Grujugan (Kecamatan Larangan), dan Desa Bicorong (Kecamatan Pakong). “Bantuan BUMDes ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui lembaga badan usaha yang telah dibentuk, sesuai dengan amanah undang-undang tentang desa,” tambah Kusairi.
Mantan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pemkab Pamekasan itu menegaskan bahwa BKK dari Pemprov Jatim ini diharapkan mempercepat terwujudnya pembangunan desa, termasuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Kusairi juga menyerukan peran aktif masyarakat dalam mengawasi pemanfaatan BKK ini. “Pemprov Jatim meminta agar masyarakat proaktif dalam ikut melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan keuangan khusus yang menyasar 10 desa di Pamekasan ini. Jadi, mari kita kawal bersama program baik pemerintah ini, demi terwujudnya pembangunan yang merata dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.