Desa Sidowarno Klaten Moncer Jadi Sentra Wayang Kulit, Raih Penghargaan ADWI 2023
Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Sidowarno, khususnya Dusun Butuh di Kecamatan Wonosari, Klaten, kini menjelma menjadi destinasi wisata budaya yang amat diminati. Desa ini dikenal sebagai sentra pembuatan wayang kulit dan telah berhasil meraih pengakuan nasional sebagai salah satu dari 75 desa terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Penetapan ini menegaskan posisi Desa Sidowarno sebagai salah satu ikon kebudayaan Jawa Tengah.
Desa Wisata Sidowarno tidak hanya menawarkan pameran, tetapi juga pengalaman langsung bagi wisatawan untuk mengenal wayang kulit dan proses pembuatannya. Keberadaan perajin wayang di desa ini pun terus berkembang, bahkan Kepala Desa Sidowarno, Jaka Sumarna, menegaskan bahwa generasi muda juga menunjukkan minat tinggi untuk melestarikan seni ini.
“Perajin wayang di desa kami terus berkembang dan semakin banyak. Justru yang muda-muda juga mau belajar,” ucap Jaka Sumarna di Joglo Omah Wayang Sidowarno.
Jejak Sejarah dan Daya Tarik Wisata Dunia
Sejarah pembuatan wayang di Dusun Butuh berawal pada tahun 1960-an, ketika Mbah Hadi Kasimo pulang kampung setelah menimba ilmu pembuatan wayang kulit dari Mbah Niti di Sukoharjo. Keahlian Mbah Hadi dalam teknik tatah sungging menarik banyak pemuda setempat untuk belajar. Kini, tradisi tersebut telah diwariskan hingga generasi ketiga, dengan total sekitar 75 perajin wayang kulit aktif yang menjaga kelestarian budaya tersebut.
Ketenaran Desa Sidowarno sudah menembus batas negara. Jaka Sumarna menyebut bahwa desa mereka sering dikunjungi wisatawan mancanegara, seperti dari Amerika Serikat dan Australia. Untuk menunjang kunjungan ini, Desa Sidowarno telah menyediakan fasilitas homestay yang memadai.
“Belum lama ini kedatangan tamu dari Amerika Serikat dan Australia. Mereka menginap di desa kami karena sudah ada fasilitas penunjang berupa home stay juga. Total ada sekira tiga home stay dengan beberapa kamar yang sedang kami rintis untuk para wisatawan,” jelasnya.
Rute Wisata Edukatif dan Proses Pembuatan Wayang
Rangkaian kegiatan wisata di Sidowarno dimulai di Joglo Omah Wayang dengan sambutan berupa tarian, sajian jamu gendong, dan makanan khas desa. Setelah itu, wisatawan akan diajak berkeliling desa mengikuti rute edukatif.
Rute pertama adalah mengunjungi lokasi penyediaan bahan baku wayang kulit yang umumnya berasal dari kulit sapi atau kerbau. Perjalanan dilanjutkan menuju workshop pembuatan wayang kulit, di mana pengunjung dapat praktik langsung membuat wayang, memberikan pengalaman otentik dalam seni tatah sungging. Sebagai penutup, lokasi jemparingan atau olahraga panahan tradisional juga tersedia untuk memberikan pengalaman budaya yang lebih beragam.
Wayang kulit yang diproduksi oleh para perajin dijual dengan kisaran harga yang bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta per biji. Harga ini bergantung pada bahan baku yang digunakan, ukuran, hingga tingkat pewarnaan. Jaka menambahkan bahwa wayang dari kulit sapi dinilai paling bagus karena memiliki ketahanan yang lebih lama.
Desa Sidowarno mulai moncer sejak ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai desa wisata wayang pada tahun 2020. Setelah itu, prestasi terus berdatangan, termasuk meraih juara harapan I dalam ajang Desa Wisata Jawa Tengah tahun 2022, sebelum puncaknya menjadi salah satu yang terbaik di ADWI 2023.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.