Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 5 Jul 2025 13:11 WIB ·

Konektivitas Kaltim Tersendat: Listrik dan Akses Jadi Biang Kerok!


					Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal. (Image courtesy: beri.id) Perbesar

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal. (Image courtesy: beri.id)

Samarinda, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa program pemasangan layanan internet gratis di desa-desa menghadapi kendala serius. Hingga akhir Juni 2025, realisasi pemasangan baru mencapai 153 desa dari target awal 600 desa yang dijanjikan rampung pada Juli. Target 600 desa ini kemungkinan baru tercapai pada Agustus atau September, bergantung pada kondisi lapangan.

Faisal menjelaskan, hambatan utama terletak pada infrastruktur dasar seperti listrik dan akses transportasi, khususnya di wilayah pedalaman dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). “Kalau listrik saja belum ada, apalagi bicara sinyal. Membangun konektivitas di Kaltim tidak bisa disamakan dengan daerah-daerah yang secara infrastruktur sudah mapan. Jadi, ya memang tidak semudah yang dipikirkan,” ujar Faisal di Kantor Diskominfo Kaltim, Jumat (4/7/2025). Data terbaru menunjukkan, lebih dari 100 desa di Kaltim bahkan belum teraliri listrik.

Diskominfo Kaltim mengimplementasikan tiga skema teknis untuk mengatasi tantangan ini. Skema pertama, fiber optik (FO), digunakan di wilayah yang telah memiliki infrastruktur dasar memadai. Kedua, wireless radio, menjadi solusi bagi daerah yang belum terjangkau FO. Terakhir, Starlink dipilih sebagai opsi darurat untuk wilayah dengan kondisi geografis ekstrem, menjamin pemerataan akses internet. Beberapa vendor besar seperti Telkomsel, Indosat, dan Icon Plus turut terlibat dalam proyek strategis ini.

Secara total, program internet gratis ini menargetkan 841 desa di Kalimantan Timur. Rinciannya, 716 desa akan terjangkau melalui anggaran murni, sementara 125 desa sisanya akan menggunakan anggaran perubahan.

Faisal menegaskan bahwa internet gratis desa bukan sekadar fasilitas, melainkan fondasi vital untuk transformasi digital di berbagai sektor. “Infrastruktur digital harus dibangun di atas kesadaran bahwa tidak semua desa di Kaltim berada dalam posisi start yang sama,” tandasnya. Internet gratis ini diharapkan dapat menjadi pendorong kemajuan di sektor pendidikan, ekonomi kreatif, pelayanan kesehatan, hingga reformasi birokrasi di tingkat desa. Namun, pembangunan fondasi digital ini harus dibarengi dengan penyelesaian persoalan mendasar seperti ketersediaan listrik, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kemudahan akses dan jangkauan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rehabilitasi Lahan Rusak Ringan dan Sedang di Sumbar Tuntas

13 Mei 2026 - 21:02 WIB

Tabungan Warga Desa Jadi Energi Baru Ekonomi Sumbar

10 Mei 2026 - 21:36 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Trending di RAGAM