Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 13 Jun 2025 09:19 WIB ·

Sulawesi Tenggara Genjot Wisata Desa: Budaya, Alam, dan Ekonomi Lokal


					Sekda Provinsi Sultra Asrul Lio saat rapat koordinasi pengembangan potensi desa wisata di Sulawesi Tenggara (12/6/2025). (Image courtesy: ANTARA) Perbesar

Sekda Provinsi Sultra Asrul Lio saat rapat koordinasi pengembangan potensi desa wisata di Sulawesi Tenggara (12/6/2025). (Image courtesy: ANTARA)

Kendari, Sultra [DESA MERDEKA]Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) serius mengembangkan potensi desa wisata. Fokus utama pengembangan ini adalah keaslian budaya serta konsep petualangan di alam, dengan tujuan utama meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bumi Anoa.

Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asrun Lio, menjelaskan bahwa pariwisata bukan hanya sekadar destinasi, melainkan juga memerlukan pendekatan komprehensif dari segi sosial, budaya, lingkungan, dan ekonomi. “Pengembangan desa wisata tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata saja, tetapi juga sektor lain seperti ekonomi dan kesejahteraan, karena membuka lapangan kerja baru,” ujar Asrun Lio di Kendari, Kamis.

Saat ini, Sultra memiliki 325 potensi desa wisata yang tersebar di berbagai daerah. Setiap desa wisata memiliki kriteria unik, mulai dari kebudayaan, lingkungan, wisata alam, hingga pertanian. Potensi ini diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Asrun Lio juga menyoroti beberapa desa wisata Sultra yang telah meraih penghargaan melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) setiap tahunnya. Sebut saja Liya Togo di Wakatobi (2021), Desa Sumbersari dan Limbo Wolio (2022), Desa Sani-sani (2023), serta Desa Labengki (2024). Pemprov Sultra, melalui dinas pariwisata, akan terus berupaya agar semakin banyak desa yang masuk nominasi ADWI di tahun-tahun mendatang. Dukungan juga akan diberikan dari segi regulasi, lembaga pengelola wisata, hingga penyediaan pemandu bersertifikat. “Semakin banyak pengunjung datang ke desa wisata, semakin meningkat pula perekonomian kita,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli Harli Tombili, menambahkan bahwa banyak desa wisata di Sulawesi Tenggara memiliki destinasi alam, terutama karena lokasinya yang tersebar di kepulauan. Hal ini menjadi daya jual tersendiri dibandingkan desa wisata di Pulau Jawa yang cenderung berbasis kuliner, pendidikan, atau kebudayaan. “Inilah yang kami jaga, agar eksistensi desa wisata, khususnya yang berbasis alam di kepulauan, tetap terjaga,” ungkap Belli.

Untuk tahun 2025, Dinas Pariwisata Sultra sedang mempersiapkan beberapa desa potensial untuk masuk daftar desa wisata, di antaranya Timbala di Bombana, Desa Sani-sani Kolaka dengan destinasi petualangan, dan Desa Wasuemba di Buton. Tujuannya jelas, semakin banyak desa wisata yang masuk nominasi, semakin besar pula daya tarik Sultra bagi wisatawan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Trending di JALAN JAJAN