Padang Pariaman [DESA MERDEKA] –Nasib malang Antoni, warga Padang Pariaman yang bertahun-tahun hidup terisolasi dalam pasungan akibat gangguan jiwa, akhirnya berubah total setelah Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, datang langsung menjemputnya untuk dievakuasi ke pusat layanan kesehatan.
Langkah konkret ini bukan sekadar aksi penyelamatan satu nyawa, melainkan sebuah dobrakan terhadap realitas kelam pemasungan desa yang kerap mengakar akibat minimnya akses medis dan kuatnya stigma negatif masyarakat. Antoni dipasung bukan karena ia berbahaya, melainkan karena keluarga dan lingkungan sekitarnya kehabisan cara menghadapi gangguan psikologis di tengah keterbatasan informasi.
“Ini bukan pilihan Antoni, bukan pula pilihan keluarganya. Namun, dalam ketakutan dan keterbatasan, pemasungan dianggap sebagai solusi. Padahal, hidup dengan martabat adalah hak dasar setiap manusia,” ujar Vasko Ruseimy melalui akun media sosial resminya (@udavasko).
Saat ini, Antoni sudah berada di bawah penanganan tenaga profesional untuk menjalani proses pemulihan medis serta psikososial yang layak.
Melalui dinas terkait, Pemprov Sumbar kini gencar melakukan pendataan, intervensi lapangan, dan edukasi masif guna menghapus praktik kedaluwarsa ini secara total. Targetnya jelas: mengubah sudut pandang warga desa agar tidak lagi melihat gangguan kejiwaan sebagai aib yang harus dipasung, melainkan penyakit yang wajib diobati secara manusiawi.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.