Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 25 Mei 2025 04:09 WIB ·

Menganyam Asa Literasi Anak Pesisir Lewat Rumah Edukasi Inspiratif


					Seorang relawan Rumah Edukasi Anak Pesisir (Redaksi), Atika Hasibuan, antusias menunjukkan buku cerita kepada para siswa saat sesi belajar unik di atas perahu, menumbuhkan kecintaan membaca dengan suasana baru. Perbesar

Seorang relawan Rumah Edukasi Anak Pesisir (Redaksi), Atika Hasibuan, antusias menunjukkan buku cerita kepada para siswa saat sesi belajar unik di atas perahu, menumbuhkan kecintaan membaca dengan suasana baru.

Deli Serdang [DESA MERDEKA] Riuh rendah suara puluhan anak-anak memecah keheningan Kamis siang di Dusun 18, Desa Bagan Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Mereka berlarian kecil, saling mendahului, menyambut panggilan para relawan Rumah Edukasi Anak Pesisir (Redaksi) untuk memulai sesi belajar di sebuah pondok sederhana di tepi sungai. Tanpa komando, tangan-tangan mungil itu sigap mengambil meja lipat dan memilih tempat duduk beralaskan papan. Sementara itu, para relawan dengan cekatan mendirikan papan tulis dan menyiapkan alat tulis.

Suasana seketika menjadi khusyuk saat Atika Hasibuan, salah seorang relawan, mulai menuliskan soal matematika. “Siapa yang bisa menyelesaikan pertanyaan ini?” tanyanya, disambut acungan tangan beberapa anak yang antusias. Soal pun berhasil dijawab. Tak lama berselang, Fitri, relawan lainnya, sibuk membagikan beragam buku bacaan, mulai dari komik, buku kebudayaan, sejarah nusantara, hingga legenda rakyat Indonesia dan Vietnam.

“Kelas kami hanya berlangsung dua jam. Selama itu, kami mengajak anak-anak belajar berhitung, seni, berkreasi, dan yang terpenting, membaca,” ujar Atika di sela-sela kegiatan mengajarnya. Mahasiswi semester tiga ini menjelaskan bahwa meskipun banyak anak di Bagan Percut telah mengenyam pendidikan formal, hal itu dirasa belum cukup. Masih ada anak-anak yang belum sepenuhnya bersekolah atau memiliki kemampuan literasi yang rendah.

Tiga srikandi relawan Rumah Edukasi Anak Pesisir (Redaksi): Fitri (kiri), Atika Hasibuan (tengah), dan Nur Azizah (kanan), memamerkan koleksi buku ajar mereka, simbol perjuangan mencerdaskan anak bangsa di pesisir.

Inilah yang melatarbelakangi pendirian Rumah Edukasi Anak Pesisir, atau yang akrab disebut Redaksi. Tujuannya mulia: meningkatkan literasi dan kemampuan membaca anak-anak, khususnya di wilayah pesisir. “Banyak anak-anak di sini tingkat membacanya masih rendah. Ada yang sama sekali belum bisa membaca, ada juga yang putus sekolah. Salah satu penyebabnya, mereka lebih memilih bekerja mencari ikan bersama orang tua daripada belajar,” tutur perempuan berusia 20 tahun itu. Mirisnya, data Profil Anak Kabupaten Deli Serdang tahun 2022 mencatat 995 kasus buta aksara, dengan 95 kasus di antaranya berada di Kecamatan Percut Sei Tuan.

Perjuangan Atika, Fitri, dan seorang relawan lainnya, Nur Azizah, tentu tidak mudah. Telah tiga tahun mereka mendedikasikan diri, namun tantangan besar masih menghadang, terutama minimnya sumber daya relawan. “Kami masih kekurangan tenaga pengajar sukarela. Dengan jumlah anak yang kadang mencapai 100 orang, kami yang hanya berempat aktif sering kewalahan,” keluh Atika, yang juga merupakan warga asli Bagan Percut. Ia berharap lebih banyak pemuda tergerak hatinya untuk bergabung.

Namun, semangat mereka tak pernah padam. Mereka bertekad membuat anak-anak pesisir mencintai buku, rajin membaca, dan berani bermimpi besar. “Masih ada anak yang merasa minder karena latar belakang orang tua nelayan dengan ekonomi terbatas. Kami ingin mereka pandai membaca dan tidak buta huruf,” tambah Fitri. Sebagian buku mereka peroleh dari sumbangan Perpustakaan Indonesia.

Upaya ini mendapat respons positif dari warga. Farida (38), salah seorang ibu, merasa bersyukur. “Sejak ikut belajar di sini, nilai anak-anak saya di sekolah ada perubahan, jauh lebih bagus. Niat belajarnya juga meningkat,” ungkapnya. Untuk menjaga semangat belajar anak-anak, Redaksi sesekali mengajak mereka belajar di atas perahu menuju tepi laut. “Metode ini membuat hati anak-anak tenang dan segar,” pungkas Fitri. Rumah Edukasi Anak Pesisir menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan halangan untuk menganyam asa demi masa depan generasi penerus bangsa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gedung Mewah Batusangkar: Harapan Baru Bagi Pemuda Pelosok

28 April 2026 - 20:50 WIB

Strategi Triple Readiness: Kunci Lulusan Sarjana Membangun Desa

26 April 2026 - 06:03 WIB

Siswa SMK Bawen Guncang Dunia Tani Lewat Inovasi

24 April 2026 - 05:45 WIB

Teknologi Pangan: Kunci Siswa SMK Kuasai Pertanian Masa Depan

24 April 2026 - 05:41 WIB

Literasi: Napas Baru bagi Masa Depan Pemuda Sumbar

22 April 2026 - 21:25 WIB

Sinergi Forkopimcam Mojoagung Kawal Ketat Kualitas Gizi di Dapur Garuda Nusantara Lestari

21 April 2026 - 09:56 WIB

Trending di PENDIDIKAN