Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 15 Mei 2025 07:27 WIB ·

Miris! Abrasi Banyubiru Putus Jalan, Rumah Warga Terancam


					<em>Akses jalan sepanjang 16 meter di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana, terputus akibat abrasi parah yang terjadi sejak awal Mei 2025 dan mencapai puncaknya pada 12 Mei 2025. Tampak warga dan petugas BPBD melakukan peninjauan lokasi.</em> Perbesar

Akses jalan sepanjang 16 meter di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana, terputus akibat abrasi parah yang terjadi sejak awal Mei 2025 dan mencapai puncaknya pada 12 Mei 2025. Tampak warga dan petugas BPBD melakukan peninjauan lokasi.

Banyubiru, Jembrana [DESA MERDEKA] Sebuah pemandangan memilukan tersaji di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Garis pantai yang dulunya menjadi kebanggaan kini terkoyak keganasan abrasi. Erosi pantai yang semakin menjadi-jadi bahkan telah memutus akses jalan utama sepanjang kurang lebih 16 meter, mengubah keseharian warga menjadi penuh waswas.

Kisah pilu ini bermula pada tanggal 1 Mei 2025, saat warga sekitar mulai merasakan gigitan ombak yang tak biasa. Perlahan namun pasti, abrasi mengikis tembok tanah yang menjadi penopang jalan. Puncaknya terjadi pada Senin, 12 Mei 2025. Amukan gelombang samudra tak terbendung, merobohkan jalan dan mengisolasi sebagian wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana bergerak cepat merespons laporan warga. Asesmen dan pengecekan mendalam segera dilakukan untuk memahami skala kerusakan. Kepala BPBD Jembrana, Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa abrasi telah menggerus pasir pantai sepanjang 61 meter dari arah timur ke barat. Akibatnya, air laut dengan mudah menerobos dan mengancam permukiman warga.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, kami mencatat ada tujuh rumah warga yang terdampak langsung akibat abrasi ini,” jelas Agus Artana pada Rabu (14/5/2025). Lebih lanjut, ia menekankan urgensi pembangunan tanggul sebagai solusi jangka panjang untuk melindungi wilayah ini dari ancaman abrasi yang lebih parah.

Di tengah situasi yang sulit, semangat gotong royong warga Banyubiru patut diacungi jempol. Kepala Desa Banyubiru, I Komang Yuhartono, menuturkan bahwa masyarakat telah berinisiatif melakukan penanganan swadaya. Karung-karung berisi pasir disusun sebagai penghalang sementara, dan batu-batu sisa abrasi dimanfaatkan sebagai pemecah arus gelombang.

“Kami juga terus mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini,” pungkas I Komang Yuhartono. Kisah tentang jalan yang hilang dan rumah yang terancam di Banyubiru ini menjadi pengingat betapa rentannya wilayah pesisir terhadap kekuatan alam. Uluran tangan dan solusi yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk memulihkan dan melindungi Banyubiru dari ancaman abrasi yang terus mengintai.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Trending di LINGKUNGAN