Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 8 Mei 2025 20:47 WIB ·

Sensus Pertanian 2025: Petani Soroti Bantuan Tepat Sasaran


					Sensus Pertanian 2025: Petani Soroti Bantuan Tepat Sasaran Perbesar

Deiyai [DESA MERDEKA] – Memasuki hari kedua pelaksanaan Sensus Pertanian 2025, tim sensus bergerak cepat melakukan pendataan di tiga distrik wilayah Tigi, meliputi Distrik Tigi, Tigi Barat, dan Tigi Timur. Guna mempercepat dan mempermudah proses pendataan yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, tim dibagi menjadi tiga kelompok kerja yang berbeda.

Selama proses pendataan yang telah berlangsung sejak kemarin, Rabu, 7 April 2025, tim sensus mendapati sejumlah peternak yang belum pernah mengajukan proposal bantuan kepada Dinas Pertanian setempat. Salah seorang peternak babi dengan inisial PK mengungkapkan alasannya untuk tidak mengajukan proposal. Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa banyak proposal bantuan yang selama ini terindikasi tidak sesuai dengan kondisi riil atau bersifat rekayasa.

“Kami memilih untuk tidak mengajukan proposal ke Dinas Pertanian karena melihat banyaknya proposal yang terkesan dibuat-buat. Kami lebih mengharapkan pihak dinas dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya. Inilah yang sangat kami nantikan,” tutur PK dengan nada penuh harap.

PK juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Kepala Dinas Pertanian beserta staf dan tenaga honorer yang secara langsung terlibat dalam kegiatan pendataan ini. “Kami merasa senang dan diperhatikan dengan kehadiran Bapak dan Ibu di kampung kami,” imbuhnya.

Di sisi lain, ketika tim sensus menyambangi salah satu kebun kopi milik seorang warga bernama Yance Doo, terungkap kisah tentang pohon-pohon kopi yang merupakan warisan turun-temurun dari orang tuanya.

“Pohon-pohon kopi ini ditanam oleh ayah saya sejak kami masih kecil. Dulu sempat diberi pupuk dengan alat yang sederhana, namun karena kurangnya perhatian dan pendampingan dari pemerintah, kami tidak mampu merawatnya dengan optimal,” jelas Doo dengan nada prihatin.

Salah seorang anggota tim sensus yang turut meninjau kebun kopi tersebut menyatakan kegembiraannya melihat masih ada warga yang memiliki inisiatif untuk menanam dan merawat tanaman kopi. “Kami memiliki harapan besar agar semangat masyarakat untuk kembali bertani dapat tumbuh dan berkembang,” ujarnya dengan optimisme.

Lebih lanjut, Yance Doo mengungkapkan bahwa dari tiga kebun kopi milik keluarganya, dua di antaranya telah mati dan terbengkalai karena tidak terawat. “Satu-satunya kebun yang tersisa hanyalah kebun yang berada di belakang rumah ini,” katanya.

Meskipun program pemberdayaan petani yang aktif dari pemerintah belum terlihat secara signifikan, warga setempat tetap berupaya menjaga beberapa kebun kopi yang tersisa sebagai wujud harapan dan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik di sektor pertanian.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Desa Go Global: Menembus Pasar Dunia Lewat Literasi Karantina

13 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ekspor Bumbu Jadi: Cara Desa Berhenti Jual Barang Mentah

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN