Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 25 Apr 2025 10:57 WIB ·

Pariangan: Desa Terindah Dunia, Pesonanya Tak Lekang Waktu


					Pariangan: Desa Terindah Dunia, Pesonanya Tak Lekang Waktu Perbesar

Tanahdatar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Nagari Pariangan, yang terletak elok di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, tetap memikat hati banyak wisatawan hingga kini. Dahulu kala, tepatnya pada tahun 2012, majalah Budget Travel bahkan menobatkan desa ini sebagai salah satu desa terindah di dunia.

Berada anggun di kaki Gunung Marapi, sekitar 700 meter di atas permukaan laut, Pariangan terus mempertahankan pesonanya. Setelah dinobatkan sebagai desa terindah, daya tariknya justru semakin kuat bagi pelancong lokal maupun mancanegara.

Hamparan sawah hijau membentang luas mengelilingi desa ini. Selain itu, perbukitan yang memagari cakrawala menambah keindahan panorama alam Pariangan. Kontur tanah yang dinamis serta bentang alam yang terbuka memungkinkan setiap pengunjung menikmati pemandangan yang luas. Terlebih lagi, saat cuaca cerah, awan tampak bergulung lembut di langit biru.

Hamparan sawah hijau yang memukau dengan latar belakang perbukitan indah di Nagari Pariangan, Sumatera Barat.

Seiring berjalannya waktu, pengembangan sebagai desa wisata membuat Nagari Pariangan semakin ramah bagi para pelancong. Infrastruktur jalan dari Kota Batusangkar maupun Padang Panjang kini cukup memadai. Perjalanan menuju desa ini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari kedua kota tersebut.

Selama perjalanan, wisatawan akan disuguhi lanskap alam Sumatera Barat yang memesona. Tak hanya itu, berbagai fasilitas penunjang seperti kafe, restoran, hingga homestay juga telah tersedia untuk kenyamanan pengunjung.

Salah satu minuman khas yang paling dicari wisatawan ketika berkunjung ke Pariangan adalah Kawa Daun. Minuman tradisional Minangkabau ini terbuat dari seduhan daun kopi pilihan. Kini, Kawa Daun hadir dalam berbagai varian rasa, mulai dari original, susu, hingga campuran telur.

Lisa (40), pemilik Kafe Kawa Daun Puncak Mortir, yang berlokasi strategis di kawasan Pariangan, menceritakan bahwa jumlah pengunjung terus meningkat sejak tahun 2017. “Biasanya, pada hari biasa, pengunjung didominasi warga sekitar. Akan tetapi, saat akhir pekan tiba, banyak wisatawan datang dari Padang, Pekanbaru, bahkan luar Sumatera,” ungkapnya saat diwawancarai.

Lisa menambahkan bahwa Kawa Daun menjadi salah satu daya tarik utama kafenya. “Daun kopi pilihan kami jemur, lalu disangrai dengan hati-hati. Setelah itu, daun yang telah disangrai dapat diseduh layaknya teh. Rasanya sangat unik dan cocok dinikmati di tengah udara sejuk Pariangan,” jelasnya. Lebih dari sekadar keindahan alam dan kelezatan kuliner tradisional, Nagari Pariangan juga menyimpan kekayaan budaya dan sejarah yang menarik untuk dieksplorasi.

Salah satu situs bersejarah yang terkenal adalah Kuburan Panjang, yang diyakini sebagai makam Tantejo Gurhano. Makam ini memiliki panjang yang mencapai belasan meter dan menyimpan cerita mistis karena konon ukurannya tidak pernah dapat dipastikan. Tidak jauh dari Kuburan Panjang, berdiri megah Masjid Islah, sebuah masjid tua dengan arsitektur khas Minangkabau yang memiliki atap bertingkat dan menara yang menjulang tinggi. Keunikan lain dari masjid ini adalah sumber air panas alami dari Gunung Marapi yang dimanfaatkan sebagai pemandian dan tempat berwudu.

Seorang pengunjung bernama Iqbal (27), warga Padang, mengaku selalu menyempatkan diri berkunjung ke Nagari Pariangan setiap kali ia berada di Batusangkar. “Pemandangan alamnya benar-benar luar biasa. Ada sawah yang menghijau, bukit-bukit yang memukau, serta awan-awan yang bergerak lembut. Menikmati Kawa Daun di tengah sejuknya udara Pariangan adalah pengalaman yang sangat menyenangkan,” tuturnya.

Dengan harmoni antara pesona alam yang menawan, kekayaan budaya yang luhur, serta keramahan penduduknya, Nagari Pariangan membuktikan bahwa gelar sebagai salah satu desa terindah di dunia bukanlah sekadar penghargaan di masa lalu. Lebih dari itu, gelar tersebut merupakan cerminan dari daya tarik abadi yang terus hidup dan berkembang hingga saat ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 143 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Trending di JALAN JAJAN