Halmahera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau yang akrab disapa Sherly Tjoanda, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh desa-desa yang mampu memanfaatkan potensi lokal dan mengelola Dana Desa secara produktif. Janji ini diungkapkan saat mengunjungi panen perdana tambak ikan bandeng di Desa Todowongi, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (11/4/2025).
Dalam kunjungannya, Gubernur Sherly Laos secara lisan menyatakan kesiapannya untuk menghibahkan aset Pemerintah Provinsi Maluku Utara kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Desa Todowongi. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pengembangan budidaya ikan bandeng di desa tersebut.
“Harapannya, pengelolaan ikan bandeng ini dapat meningkatkan pendapatan desa secara signifikan, sehingga infrastruktur dan fasilitas desa di sini dapat ditingkatkan lebih lanjut,” ujar Gubernur Sherly Laos. Beliau juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Desa Todowongi, Mancelina Lobby, atas inisiatifnya dalam memanfaatkan Dana Desa secara inovatif.
“Semoga semua kepala desa memiliki inisiatif yang sama seperti Ibu Kades Todowongi. Saya sangat senang melihat desa yang sudah berhasil panen baru mengundang saya. Desa seperti ini akan saya berikan bantuan lebih lanjut jika panennya berhasil,” tegasnya.
Panen perdana ikan bandeng di Desa Todowongi ini menghasilkan total 12 ton ikan. Keberhasilan ini merupakan hasil diskusi dan perencanaan selama tujuh bulan antara Kepala Desa dan pihak provinsi. Momen membanggakan ini dibagikan langsung oleh Gubernur Sherly Laos melalui akun Instagram pribadinya (13/4/2025).
Dalam unggahannya, Gubernur Sherly Laos memberikan apresiasi atas inisiatif luar biasa Desa Todowongi dalam memanfaatkan alokasi Dana Desa untuk program ketahanan pangan melalui budidaya ikan bandeng. Ia berharap capaian panen perdana sebesar 12 ton ini menjadi langkah awal pengembangan yang lebih besar, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan desa tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Gubernur Sherly Laos menghimbau seluruh kabupaten di Maluku Utara untuk mulai menginventarisasi potensi desa masing-masing, khususnya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan. Ia akan berkoordinasi langsung dengan para Bupati untuk memastikan perencanaan dan pengelolaan program ini tepat sasaran.
Selain itu, aset-aset Pemerintah Provinsi yang sudah tidak aktif juga akan dihibahkan kepada desa melalui pemerintah kabupaten agar dapat diaktifkan kembali dan dimanfaatkan untuk mendukung perekonomian masyarakat desa.
“Saatnya desa menjadi pusat kekuatan pangan, kemandirian, dan masa depan Maluku Utara!” pungkas Gubernur Sherly Laos dalam unggahannya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.