Kebumen [DESA MERDEKA] – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kebumen saat ini belum memberikan perhatian khusus terhadap program pembentukan Koperasi Merah Putih. Mereka memilih untuk menunggu arahan yang jelas dari pemerintah sebagai landasan kepastian implementasi program tersebut di tingkat desa.
Ketua PPDI Kebumen, Bilaludin, mengungkapkan bahwa pihaknya belum memiliki pemahaman mendalam mengenai mekanisme operasional serta kontribusi yang akan diberikan oleh Koperasi Merah Putih bagi pembangunan desa. Meskipun demikian, ia berharap kehadiran koperasi ini nantinya dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan desa. “Kami belum mengarah ke sana ya. Karena melihat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) itu juga masih jauh dari harapan,” kata Bilaludin pada Kamis (10/4).
Lebih lanjut, Bilaludin menyampaikan harapan besar dari para perangkat desa agar keberadaan Koperasi Merah Putih tidak menimbulkan tumpang tindih dengan fungsi lembaga-lembaga desa yang telah ada. Artinya, koperasi yang merupakan gagasan pemerintah pusat ini diharapkan tidak mengancam keberlangsungan koperasi atau badan usaha yang sudah berjalan di tingkat desa. “Koperasi itu arahnya ke simpan pinjam. Kami masih menunggu petunjuk resmi,” ucapnya.
Bilaludin menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan terburu-buru dalam membahas pembentukan Koperasi Merah Putih. Mereka akan menunggu kepastian dari pemerintah pusat hingga daerah terkait payung hukum, alokasi anggaran, serta urgensi program tersebut bagi desa. “Tetap tunggu petunjuk. Daripada sudah melangkah tapi tidak sesuai petunjuk, jadi kurang baik,” lanjutnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kebumen, Solatun, menyampaikan pandangannya bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih yang direncanakan di 70 ribu desa berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat akar rumput. Keberadaan koperasi berskala desa yang merupakan gagasan Presiden terpilih Prabowo Subianto ini diharapkan dapat menjadi katalisator perputaran ekonomi masyarakat desa.
Solatun mengimbau masyarakat untuk tidak merasa khawatir terhadap program Koperasi Merah Putih. Ia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembentukan maupun pengembangan koperasi ini ke depannya. “Program ini masuk dalam 100 hari kerja Pak Prabowo. Saya minta masyarakat pro aktif. Lakukan apa yang perlu disinergikan agar lebih produktif,” ungkapnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.