Tanjungpinang [DESA MERDEKA] – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah mempersiapkan diri menjadi model nasional dalam pengembangan koperasi dan ekonomi desa yangAdaptif dengan karakteristik wilayah kepulauan. Langkah strategis ini didorong oleh kondisi geografis unik Kepri yang didominasi lautan dan ribuan pulau.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menekankan bahwa posisi geografis Kepri, yang kini menjadi provinsi dengan pulau terbanyak di Indonesia (lebih dari 2.400 pulau dengan 96% wilayah perairan), memerlukan pendekatan pembangunan yang berbeda. Kebijakan nasional yang bersifat general tidak selalu relevan tanpa penyesuaian spesifik.
“Kepulauan Riau ini unik, dan potensi strategisnya dapat dioptimalkan menjadi keunggulan kompetitif jika ditata dengan tepat,” ujar Riki.
Salah satu fokus utama adalah program Koperasi Desa Merah Putih, sebuah inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang akan diluncurkan secara nasional pada 12 Juli 2025. Program ini menargetkan pembinaan 70.000 koperasi desa di seluruh Indonesia, termasuk 236 koperasi di Kepri. Koperasi ini dirancang menjadi pusat ekonomi masyarakat desa, mengelola berbagai kebutuhan pokok dan layanan terintegrasi.
Konsep Koperasi Desa Merah Putih melampaui koperasi konvensional dengan mengintegrasikan gudang penyimpanan, ruang produksi, area penjualan, hingga layanan kesehatan seperti apotek dan klinik desa. Selain itu, unit usaha tambahan seperti jasa tour and travel, distribusi air minum kemasan, dan logistik juga akan didorong. Model komprehensif ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan efisien, di mana keuntungan koperasi kembali kepada anggota.
Riki menyambut baik program ini karena dinilai selaras dengan kebutuhan riil masyarakat desa di Kepri, terutama dalam pemerataan ekonomi dan akses layanan dasar. Sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi yang sudah ada akan dioptimalkan. Pemerintah Provinsi Kepri juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kemendagri dan Dinas PMD, untuk menyukseskan program ini.
Selain Koperasi Desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis juga dipandang sebagai peluang besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Riki mencontohkan potensi pasar telur di Kepri yang belum terpenuhi oleh produksi lokal, padahal permintaan tinggi. Peningkatan produksi lokal melalui koperasi dapat menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan sinergi antara program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis, didukung oleh harmonisasi pemerintah daerah, Kepri optimis dapat menjadi contoh sukses pengembangan koperasi berbasis karakteristik kepulauan di Indonesia. Riki mengajak seluruh elemen desa untuk berdiskusi dan menyusun konsep koperasi yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.