Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 6 Apr 2025 14:57 WIB ·

Pustu Nunukan Mangkrak, Warga Terpencil Sulit Berobat!


					<em>Kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Lebion, Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang belum beroperasi karena kekurangan tenaga kesehatan, Minggu (6/4/2025). (Sumber: Benuanta.co.id)</em> Perbesar

Kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Lebion, Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang belum beroperasi karena kekurangan tenaga kesehatan, Minggu (6/4/2025). (Sumber: Benuanta.co.id)

Nunukan [DESA MERDEKA] – Sebuah bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang didirikan di Dusun Lebion, Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak tahun 2018 hingga saat ini belum dapat difungsikan secara optimal. Pasalnya, fasilitas kesehatan yang sangat diharapkan oleh masyarakat setempat ini belum dilengkapi dengan tenaga kesehatan yang memadai. Akibatnya, warga Dusun Lebion mengalami kesulitan besar dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Ketua RT 04 Dusun Lebion, Basri, mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan pengobatan, warga di wilayahnya harus melakukan perjalanan sekitar 30 menit menggunakan perahu menuju Pustu di Desa Tepian yang kondisinya juga terbatas. Situasi semakin sulit jika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut. Warga terpaksa membawa pasien ke Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama jika ada warga yang sakit parah. Kami sangat berharap pemerintah daerah segera menempatkan tenaga medis di Dusun Lebion agar kami bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat dan mudah tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh,” ujar Basri kepada benuanta.co.id, Minggu (6/4/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Said Hasan. Ia membenarkan bahwa ketersediaan fasilitas kesehatan seperti Pustu di wilayah Sembakung belum sejalan dengan ketersediaan tenaga medis yang siap melayani masyarakat. Said Hasan berjanji akan membawa aspirasi warga ini kepada pemerintah daerah untuk segera dicarikan solusi yang efektif.

“Memang benar, permasalahan kekurangan tenaga medis masih menjadi kendala utama dalam pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah terpencil Sembakung. Saya akan membawa isu ini ke tingkat Kabupaten Nunukan dan menyampaikan langsung kepada Dinas Kesehatan agar segera ada tindak lanjut yang konkret. Tujuannya jelas, agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Dusun Lebion,” tegas Said.

Masyarakat Dusun Lebion sangat berharap agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini. Mereka mendambakan akses kesehatan yang layak dan cepat, sehingga tidak lagi merasa kesulitan ketika membutuhkan pertolongan medis. Keberadaan Pustu yang mangkrak tanpa petugas kesehatan menjadi ironi dan harapan yang belum terwujud bagi warga di wilayah perbatasan tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 165 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Abdurrahman Ad Dakhil Lubis Peraih Juara 1 Hafiz Indonesia 2026 Mendapat Apresiasi Khusus dari Gubernur Sumbar

29 Maret 2026 - 21:11 WIB

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Ajak OPD Olahraga Bersama, Perkuat Kebersamaan dan Kedekatan dengan Masyarakat

29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Alasan Mengejutkan! Sekda Jombang Ungkap Kenapa Pelantikan PJTP Tidak Biasa

28 Maret 2026 - 17:48 WIB

Tiga Tahun Menanti Setetes Air: Sidopo Krisis, Pemda Halsel Jangan ‘Tuli’ terhadap Jeritan Rakyat

28 Maret 2026 - 09:14 WIB

Denyut Nadi di Dermaga Bonerate: Perpisahan di Bawah Terik dan Harapan di Arus Balik 2026

27 Maret 2026 - 23:34 WIB

Misteri Ikan Mujair: Imigran Afrika yang Disangka Asli Blitar

25 Maret 2026 - 21:48 WIB

Trending di RAGAM