Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 18 Mar 2025 01:29 WIB ·

Tragedi di Perairan Batang Dua: Kapal LCT Tenggelam, Empat Awak Hilang dalam Pencarian


					Tragedi di Perairan Batang Dua: Kapal LCT Tenggelam, Empat Awak Hilang dalam Pencarian Perbesar

Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] — Sebuah kapal LCT (Landing Craft Transport) bernama SJP 168 A dilaporkan tenggelam di perairan Mayau Tifure, Batang Dua, Ternate. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat, 14 Maret 2025, sekitar pukul 13.52 WIT, dan menyebabkan empat dari delapan awak kapal hilang.

Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa kapal LCT SJP 168 A berangkat dari Pelabuhan Buli, Halmahera Timur, pada Senin, 3 Maret 2025, dengan tujuan Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Namun, saat memasuki perairan Mayau Tifure, Batang Dua, kapal tersebut mengalami musibah dan tenggelam.

“Kapal sempat terombang-ambing di laut selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya empat awak kapal berhasil diselamatkan oleh KM. Mirza,” ujar Iwan Ramdani pada Senin, 17 Maret 2025. “Namun, empat awak lainnya masih dalam pencarian.”

Empat awak kapal yang selamat adalah Philips J.M. Nasarany (Nahkoda), Rahmat (Masinis II), Hamdani (Juru Mudi), dan Irwandi (Juru Mudi).

Sementara itu, empat awak yang masih hilang adalah Muh Mufly (Mualim I), Bahruddin Djamani (KKM), Zuber (Juru Minyak), dan M. Sapri Pammu (Juru Masak).

“Pada pukul 15.32 WIT, KM. Mirza menemukan empat korban selamat di koordinat 0°32’0.00″N / 126°20’60.00″E dan mengevakuasi mereka ke Pulau Tifure, Batang Dua,” jelas Iwan Ramdani.

Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian setelah menerima informasi dari KM. Mirza. Pencarian intensif telah dilakukan selama empat hari, tetapi keempat awak yang hilang belum ditemukan.

Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di perairan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pihak berwenang mengimbau semua kapal untuk selalu mematuhi protokol keselamatan dan memastikan semua awak dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai.

Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan data yang tersedia pada saat publikasi. Perkembangan lebih lanjut terkait insiden ini akan diperbarui sesuai informasi resmi dari pihak berwenang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 153 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jemu Menunggu Perbaikan, Warga dan Organda Swadaya Benahi Jalan Sakunde–Sambiki

1 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Jalan Kaputusan-Indari Rusak Parah, Warga Desak Pemkab Halsel Turun Tangan

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM