Kotabaru, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-123 Kodim 1004 Kotabaru membuktikan bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari kerja bakti di akar rumput. Bersama warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan, personel TNI berhasil menyulap 2 hektare lahan tidur menjadi area pertanian produktif pada Rabu (26/2/2025).
Langkah progresif ini bukan sekadar rutinitas pembangunan fisik, melainkan upaya strategis untuk memutus ketergantungan pangan di wilayah pelosok Kotabaru. Pembukaan lahan dilakukan secara kolektif menggunakan kombinasi alat tradisional dan mekanisasi pertanian.
Dansatgas TMMD ke-123, Letkol Inf Bayu Oktavianto Sudibyo, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Desa Talusi. “Kami tidak hanya membuka lahan, tapi juga ingin menanamkan kesadaran kolektif bahwa kemandirian pangan adalah fondasi utama pertahanan sebuah desa,” jelas Letkol Bayu yang juga menjabat sebagai Dandim 1004 Kotabaru.
Gotong Royong Modern di Pamukan Selatan
Pemandangan di lapangan menunjukkan sinergi yang kuat. Prajurit TNI dan warga bahu-membahu menggunakan parang, cangkul, hingga traktor untuk membersihkan area yang sebelumnya tidak produktif. Kerja sama ini menjadi oase di tengah gempuran modernitas yang mulai mengikis budaya gotong royong.
Kepala Desa Talusi, Nur Akhmadi, menilai kehadiran Satgas TMMD telah memberikan harapan baru bagi ekonomi desa. Menurutnya, lahan 2 hektare ini akan menjadi laboratorium pertanian bagi warga untuk meningkatkan pendapatan dan memproduksi pangan secara mandiri.
“Kami sangat terbantu. Semoga model pembukaan lahan melalui kolaborasi TNI-Rakyat ini bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kotabaru,” ujar Nur Akhmadi penuh syukur.
Dampak Ekonomi Jangka Panjang
Bukan sekadar mencangkul, proyek ini diproyeksikan memberikan tiga dampak sekaligus bagi Desa Talusi:
- Peningkatan Produksi Pangan: Stok pangan lokal lebih terjamin dan stabil.
- Penciptaan Lapangan Kerja: Mengaktifkan kembali peran petani lokal di lahan baru.
- Stabilitas Harga: Mengurangi biaya logistik pengiriman pangan dari luar daerah.
Melalui program TMMD ke-123 ini, TNI menunjukkan bahwa fungsi mereka tidak hanya menjaga teritorial, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.