Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Sebuah rumah semi permanen milik Edi Slamet di Kampung Jurang Ungkal, Desa Tambakasri, Kabupaten Malang, hancur parah akibat tertimpa pohon cengkeh besar saat hujan deras, 2 April 2023. Namun, di balik musibah tersebut, warga menemukan kejanggalan yang mengejutkan: bekas gergaji pada batang pohon yang tumbang. Temuan ini memicu dugaan kuat bahwa pohon tersebut sengaja dirobohkan untuk menghancurkan kediaman Edi.
Beruntung, Edi sedang tidak berada di tempat saat kejadian, sehingga nyawanya selamat. Namun, rumahnya kini tidak lagi layak huni dengan kerugian materiil mencapai jutaan rupiah. Insiden ini memperkuat dugaan adanya serangan terencana yang berawal dari konflik di ruang digital.

Dari Fitnah Facebook ke Serangan Fisik
Sebelum kejadian nahas ini, Edi mengaku kerap menerima teror dan fitnah dari seseorang melalui media sosial Facebook. Meski awalnya memilih abai, rentetan kejadian ini menunjukkan pola intimidasi yang meningkat dari dunia maya ke tindakan fisik yang membahayakan nyawa.
“Sebelum kejadian malam itu, saya memang sering menerima teror dan ancaman, bahkan difitnah seseorang di Facebook,” ungkap Edi. Temuan bekas gergaji saat warga bergotong royong membersihkan puing menjadi bukti bisu bahwa jatuhnya pohon cengkeh tersebut bukanlah faktor alam semata, melainkan diduga diarahkan secara sengaja.

Mencari Keadilan di Tengah Misteri
Aparat Desa Tambakasri telah memantau situasi dan berupaya mencari titik terang atas kejadian yang meresahkan warga Dusun Sidomakmur ini. Sementara itu, Edi Slamet berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian guna mengungkap motif dan sosok di balik aksi keji tersebut.
Misteri ini menyisakan tanda tanya besar bagi warga Jurang Ungkal: sejauh mana keterkaitan antara fitnah digital dengan kerusakan fisik rumah warga? Penegakan hukum yang cepat sangat dinantikan guna mengembalikan rasa aman dan memastikan keadilan bagi korban yang kini kehilangan tempat tinggalnya.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.