Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Akses jalan yang baik kini menjadi prioritas bagi petani hutan di Desa Tambakasri, wilayah RPH Sumberkembang. Melalui semangat gotong royong, mereka memperbaiki infrastruktur yang rusak demi memperlancar distribusi hasil hutan bukan kayu, seperti madu, rotan, hingga tanaman obat langsung ke pasar.
M. Romli, Koordinator petani hutan setempat, menegaskan bahwa aksesibilitas adalah urat nadi keberhasilan program hutan desa. Dengan jalan yang mumpuni, biaya angkut menjadi lebih efisien dan kelestarian hutan tetap terjaga karena pengelolaan yang lebih terorganisir.

Kolaborasi BUMDes dan Perhutani
Keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari sinergi lintas pihak antara petani, pemerintah desa, Perhutani, dan BUMDes Mulyo Asri Sejahtera. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara perlindungan lingkungan dan peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar hutan melalui pemanfaatan lahan yang legal dan berkelanjutan.
Kepala Desa Tambakasri menyambut positif gerakan swadaya ini. Komitmen pemerintah desa adalah menjadikan program hutan desa di Tambakasri sebagai model percontohan bagi desa-desa lain di Indonesia dalam hal kemandirian dan pengelolaan aset alam.
Tertib Administrasi dan Sosialisasi PNBP
Selain pembangunan fisik, para petani kini tengah fokus pada aspek legalitas. Sosialisasi mengenai pembayaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) terus digencarkan. Menurut Romli, kontribusi kepada negara ini adalah bentuk tanggung jawab warga negara sekaligus penguat status hukum mereka dalam memanfaatkan lahan sosial.
Perhutani turut memberikan pendampingan teknis, mulai dari pemetaan wilayah hingga proses perizinan Pemanfaatan Lahan Sosial (PLS). Dengan administrasi yang rapi dan jalan yang layak, Desa Tambakasri optimistis mampu mewujudkan ekonomi hutan yang mandiri dan lestari bagi seluruh warga.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.