Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 21 Jan 2025 20:04 WIB ·

Sinergi Ketahanan Pangan, Desa Karang Tanding Tanam Jagung


					Sinergi Ketahanan Pangan, Desa Karang Tanding Tanam Jagung Perbesar

Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] Di balik hamparan lahan Desa Karang Tanding, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), semangat kolaborasi lintas sektor kini bersemi. Pada Selasa (21/01/2025), kawasan yang dikenal dengan topografi perbukitan dan dataran rendah khas Sumatera bagian selatan ini menjadi pusat perhatian dalam agenda penanaman jagung serentak. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret mendukung ketahanan pangan nasional di lahan seluas 1 juta hektar.

Secara geografis, Kabupaten PALI memiliki potensi agraris yang besar. Kali ini, PT Laras Karya Kahuripan (LKK) membuka pintu agroindustri mereka untuk disinergikan dengan lahan pekarangan di Desa Kota Baru. Penggunaan 17 kilogram benih jagung unggul—seperti varietas hibrida yang memiliki potensi hasil tinggi hingga 8-10 ton per hektar—di atas lahan seluas 2,11 hektar menjadi titik tolak. Sinergi ini melibatkan aktor-aktor kunci, mulai dari Polri, Kementerian Pertanian, swasta, hingga para petani swadaya.

Bagi Gen Z yang mungkin baru mengenal dunia pertanian, kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana manajemen lahan mengubah wajah desa. Kapolsek Penukal Utara, IPTU Fredy Franse Triwahyudi, menegaskan bahwa langkah ini adalah fondasi krusial. “Ini adalah langkah strategis menuju terciptanya Indonesia Emas 2045 yang mandiri secara pangan. Dengan sinergi antar elemen, kita yakin ketahanan pangan akan menjadi pondasi kuat bagi pembangunan bangsa,” jelasnya di sela-sela penanaman.

Secara teknis, penggunaan benih unggul pada luasan 2,11 hektar ini diharapkan mampu melampaui produktivitas rata-rata nasional yang berada di angka 5-6 ton per hektar. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, Babinsa, hingga pihak swasta seperti PT LKK, menunjukkan bahwa kemandirian pangan adalah tanggung jawab kolektif. Bagi masyarakat di Penukal Utara, keberhasilan panen nanti bukan hanya soal angka produksi, tetapi soal keberlanjutan ekonomi desa. Inilah bentuk nyata dari desa yang berdaya; mengolah potensi lokal untuk berkontribusi pada skala nasional.

Dengan pola tanam yang terencana dan dukungan infrastruktur yang semakin baik di Kabupaten PALI, optimisme petani lokal kini makin membuncah. Semangat kolaborasi yang tertanam di Karang Tanding adalah pesan bagi daerah lain bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar impian, melainkan aksi nyata yang dimulai dari tiap jengkal tanah desa kita sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 153 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

Trending di RAGAM