Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 26 Jul 2025 13:57 WIB ·

Wayang Kulit Meriahkan Bersih Desa Beji Klaten, KKN UNNES Terlibat


					Wayang Kulit Meriahkan Bersih Desa Beji Klaten, KKN UNNES Terlibat Perbesar

Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES GIAT 12 Desa Beji turut berpartisipasi aktif dalam peringatan awal bulan Suro di Desa Beji, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, 12 Juli 2025. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga terlibat langsung dalam membantu persiapan hingga pelaksanaan acara budaya tahunan yang dikenal sebagai “Bersih Desa”. Tradisi ini kembali dirayakan dengan meriah melalui pagelaran wayang kulit, sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Keterlibatan mahasiswa dalam momen budaya ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa dalam melestarikan tradisi luhur yang sarat makna.

Acara diawali sejak sore hari dengan penampilan karawitan dari anak-anak Dukuh Jatirejo. Penampilan para seniman cilik ini sukses mencuri perhatian warga. Dengan semangat dan rasa percaya diri, mereka memainkan gamelan secara kompak dan harmonis, membuktikan bahwa semangat melestarikan budaya telah tumbuh kuat di generasi muda Desa Beji.

Puncak acara digelar pada malam hari, yaitu pagelaran wayang kulit bersama Ki Bagus Danang Surya Putra, S.Sn, seorang dalang muda berbakat dari ISI Surakarta. Dengan gaya pementasan yang komunikatif dan penuh makna, Ki Bagus berhasil memikat perhatian warga dari awal hingga akhir pertunjukan. Lakon yang dibawakan sarat nilai moral, menyisipkan pesan-pesan kehidupan yang relevan dengan situasi masyarakat masa kini.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Beji menyampaikan rasa bangganya terhadap pelaksanaan Pagelaran Wayang Kulit. “Saya merasa bangga karena kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Wayang kulit dan karawitan mengajarkan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya, menegaskan pentingnya acara ini bagi pembentukan karakter masyarakat.

Peringatan awal bulan Suro di Desa Beji bukan hanya upaya menjaga tradisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat jati diri budaya di tengah arus globalisasi. Dari denting gamelan anak-anak hingga dalang muda berbicara lewat wayang, Desa Beji menunjukkan bahwa budaya hidup karena dijaga, diwariskan, dan dicintai. Melalui pagelaran tersebut, Desa Beji secara langsung mendukung kelestarian tradisi dan budaya di tengah arus globalisasi. Mari bersama-sama kita merawat tradisi dan budaya yang ada!

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 140 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ayah Wajib Hadir: Formula Miliaran Rupiah Desa Lerep Cegah Fatherless

27 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Resonansi Metafisika Jawa dan Kedaulatan Pangan dari Desa Banyubiru

26 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Ketika Regulasi Kementan Tunduk pada Kuasa Elit Gampong

23 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Sengketa Silado: Potret Luka Desa Dijajah Kapitalisme Urban

22 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Menghirup Asap, Menghitung Selisih Bantuan di Karang Mulya

13 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Retak Rumah Tangga Minang dan Tumpulnya Taji Adat

10 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Trending di SOSBUD