Kepulauan Meranti, Riau [DESA MERDEKA] – Ada kabar kurang sedap dari Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Warga di sana rupanya harus menahan diri jika sakit mendera. Pasalnya, Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, kini bak rumah kosong tanpa kehadiran tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas.
Keluhan pilu ini mencuat saat anggota DPRD Kepulauan Meranti, Lianita Muharni, menyambangi daerah pemilihannya (dapil) di Desa Tanjung Peranap dalam rangka reses. Betapa terkejutnya wakil rakyat ini mendapati fakta bahwa Poskesdes yang diharapkan menjadi tempat berobat pertama, justru tak berpenghuni nakes sejak tahun lalu (2024).
“Kita baru tahu saat reses kemarin, ternyata tenaga kesehatan di Poskesdes sudah tidak ada sejak tahun 2024,” ungkap Lianita, Rabu (15/5/2025). “Tentu saja, keluhan ini sudah kita laporkan dan koordinasikan langsung kepada Dinas Kesehatan agar segera ada upaya pemenuhan tenaga medis di Tanjung Peranap.”
Lianita menuturkan, masalah kesehatan memang menjadi sorotan utama masyarakat saat reses di lima lokasi berbeda di dapil IV. Bukan hanya soal ketiadaan nakes, warga juga mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. “Harapan besar kami, persoalan kesehatan ini bisa segera dituntaskan. Mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan, hingga ketersediaan tenaga medis yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fakhri, tak menampik fakta bahwa Desa Tanjung Peranap memang tak lagi memiliki tenaga medis sejak tahun 2024. Ia menjelaskan bahwa penyebabnya adalah permasalahan yang melibatkan petugas sebelumnya, baik dalam interaksi dengan masyarakat maupun secara internal di lingkungan kerja.
“Benar, tidak ada lagi petugas medis yang bertugas di Desa Tanjung Peranap sejak tahun 2024,” kata Fakhri. “Hal itu dikarenakan petugas sebelumnya bermasalah. Baik kepada masyarakat, maupun secara internal.”
Sebagai solusi sementara, Fakhri mengatakan bahwa masyarakat Tanjung Peranap untuk saat ini dapat mengakses layanan kesehatan di desa tetangga terdekat, yaitu Desa Mengkikip. Pihaknya telah menugaskan tenaga kesehatan yang bertugas di Mengkikip untuk turut membantu melayani kebutuhan kesehatan warga Tanjung Peranap.
Fakhri pun mengakui bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti secara keseluruhan memang masih kekurangan tenaga medis untuk dapat memenuhi kebutuhan di seluruh desa. Namun, ia berharap, semangat gotong royong antar desa dapat menjadi solusi sementara bagi desa-desa yang belum memiliki tenaga medis. “Tidak hanya di Tanjung Peranap saja yang tidak tersedia tenaga medisnya. Sejumlah desa lainnya di Meranti juga masih belum tersedia. Dan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami saat ini, selain tentu saja masalah pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan,” pungkasnya. Tentu saja, warga Tanjung Peranap berharap, “rumah kosong” bernama Poskesdes itu bisa segera terisi agar rasa aman akan ketersediaan layanan kesehatan kembali hadir di tengah-tengah mereka.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.