Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] –Desa Kakaniuk kini bukan sekadar sentra tenun tradisional biasa. Melalui Rembuk One Village One Product (OVOP) yang digelar pada 8-10 April 2026, desa di Kecamatan Malaka Tengah ini memantapkan langkahnya untuk membawa tenun ikat menembus pasar nasional. Strategi ini memperkuat posisi tiga kelompok pengrajin lokal sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mandiri.
Dukungan nyata datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT yang menyalurkan bantuan berupa mesin jahit elektrik, benang, dan peralatan tenun lengkap. Penyerahan bantuan oleh Wakil Bupati Malaka bersama Kepala Dinas PMD NTT ini bertujuan untuk mendongkrak kapasitas produksi serta standarisasi kualitas hasil kerajinan masyarakat.

Inovasi Produk Berbasis Potensi Lokal
Kepala Dinas PMD NTT, Abe Koroh, menegaskan bahwa bantuan ini adalah komitmen pemerintah dalam mendorong produk unggulan desa. Desa Kakaniuk dipilih karena kreativitas pengrajinnya yang mampu mengolah tenun menjadi berbagai produk inovatif, mulai dari rompi, cover Alkitab, hingga sandal hotel dan aneka hiasan unik.
“Bantuan ini diharapkan memperkuat kelompok tenun dalam meningkatkan produktivitas serta mendorong pengembangan usaha hingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Abe Koroh dalam rilis resminya, Jumat (10/4/2026).
Sinergi Rembuk OVOP dan Kesejahteraan
Rembuk OVOP tidak hanya soal bantuan fisik, tetapi juga menjadi ruang diskusi bagi para pengrajin untuk mendapatkan pendampingan kualitas produk dan strategi pemasaran. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, tenun ikat Kakaniuk diharapkan tidak hanya melestarikan budaya, tetapi memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan warga desa.

Bangun Desa untuk Negeri

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.