Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 10 Apr 2026 15:13 WIB ·

Tenun Kakaniuk: Dari Desa Malaka Menuju Pasar Nasional


					Tenun Kakaniuk: Dari Desa Malaka Menuju Pasar Nasional Perbesar

Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA]Desa Kakaniuk kini bukan sekadar sentra tenun tradisional biasa. Melalui Rembuk One Village One Product (OVOP) yang digelar pada 8-10 April 2026, desa di Kecamatan Malaka Tengah ini memantapkan langkahnya untuk membawa tenun ikat menembus pasar nasional. Strategi ini memperkuat posisi tiga kelompok pengrajin lokal sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mandiri.

Dukungan nyata datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT yang menyalurkan bantuan berupa mesin jahit elektrik, benang, dan peralatan tenun lengkap. Penyerahan bantuan oleh Wakil Bupati Malaka bersama Kepala Dinas PMD NTT ini bertujuan untuk mendongkrak kapasitas produksi serta standarisasi kualitas hasil kerajinan masyarakat.

Jenis bantuan yang di berikan dinas PMD Propinsi NTT kepada kelompok tenun desa Kakaniuk melalui program OVOP, (dok, Kades Kakaniuk)

Inovasi Produk Berbasis Potensi Lokal
Kepala Dinas PMD NTT, Abe Koroh, menegaskan bahwa bantuan ini adalah komitmen pemerintah dalam mendorong produk unggulan desa. Desa Kakaniuk dipilih karena kreativitas pengrajinnya yang mampu mengolah tenun menjadi berbagai produk inovatif, mulai dari rompi, cover Alkitab, hingga sandal hotel dan aneka hiasan unik.

“Bantuan ini diharapkan memperkuat kelompok tenun dalam meningkatkan produktivitas serta mendorong pengembangan usaha hingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Abe Koroh dalam rilis resminya, Jumat (10/4/2026).

Sinergi Rembuk OVOP dan Kesejahteraan
Rembuk OVOP tidak hanya soal bantuan fisik, tetapi juga menjadi ruang diskusi bagi para pengrajin untuk mendapatkan pendampingan kualitas produk dan strategi pemasaran. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, tenun ikat Kakaniuk diharapkan tidak hanya melestarikan budaya, tetapi memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan warga desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Soreang Digital: Strategi Mandiri Lewat Ikan dan AI

11 April 2026 - 03:17 WIB

Sengketa Lapak Popoh: Saat Realitas Sosial Beradu Aturan

11 April 2026 - 01:56 WIB

Prestasi vs Preseden: Nasib Desa Sukojati di Ujung Prosedur

11 April 2026 - 00:06 WIB

Lapak Panas Desa Popoh: Sengketa Adat atau Intimidasi?

10 April 2026 - 21:11 WIB

Mendes Yandri: Majene Harus Garap Desa Tematik Berorientasi Ekspor

9 April 2026 - 16:07 WIB

Jalan Kepulungan Ambles, Pohon Pisang Jadi “Polisi Lalu Lintas”

4 April 2026 - 18:11 WIB

Trending di DESA