Dharmasraya, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Era birokrasi yang melelahkan dan memakan waktu lama mulai ditinggalkan di Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, meresmikan pengoperasian Samsat Nagari di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, pada Rabu (7/1/2026). Inovasi ini memangkas jarak fisik antara pemerintah dan warga, sekaligus mengubah stigma bahwa membayar pajak adalah urusan yang merepotkan.
Vasko menegaskan bahwa negara seharusnya hadir untuk memudahkan urusan warga, bukan justru menambah beban. Dengan hadirnya layanan di tingkat nagari (desa), masyarakat tidak perlu lagi mengalokasikan waktu seharian atau biaya transportasi tinggi hanya untuk menuju kantor pusat kabupaten.
“Pelayanan di sini harus prima. Intinya cepat dan mudah. Kehadiran Samsat Nagari ini untuk mempermudah masyarakat, bukan malah mempersulit,” ujar Vasko Ruseimy saat peresmian.
Mendekat untuk Membangun Kepercayaan
Langkah ini dipandang sebagai sudut pandang baru dalam membangun kepatuhan pajak. Pemprov Sumbar menyadari bahwa rendahnya kepatuhan sering kali bukan disebabkan oleh ketidakmauan warga, melainkan karena akses yang sulit dijangkau. Samsat Nagari Sungai Rumbai menjadi unit kedua yang dioperasikan di Sumbar, sebagai bagian dari strategi transformasi layanan publik yang responsif.
Pelayanan ini dipusatkan di Kantor Camat Sungai Rumbai dan beroperasi setiap hari kerja. Efek dominonya jelas: efisiensi waktu bagi warga dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah melalui Opsen Pajak Kendaraan Bermotor.
Sinergi Baru Pemprov dan Pemkab
Bupati Dharmasraya, Annisa, menyambut baik langkah taktis ini. Sebelumnya, layanan serupa hanya tersedia di Nagari Sialang Gaung, yang tentu belum mampu menjangkau seluruh populasi di Dharmasraya secara merata.
“Penambahan ini sangat membantu masyarakat di wilayah Sungai Rumbai dan sekitarnya. Sekarang, pembayaran pajak kendaraan bisa dilakukan lebih efisien dan praktis,” kata Annisa.
Kerja sama ini membuktikan bahwa sinergi antara Pemprov Sumbar dan Pemkab Dharmasraya tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi dirasakan langsung di lapangan. Dengan membawa layanan negara ke teras rumah warga, pemerintah berharap kepercayaan publik meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui pajak yang dibayarkan secara tertib.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.