Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Indonesia menghadapi tantangan serius dalam sektor pertanian: krisis regenerasi petani. Mayoritas pelaku pertanian saat ini adalah generasi tua, sementara minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini terus menurun. Untuk mengatasi masalah krusial tersebut, sebuah inisiatif unik diluncurkan oleh Agraris.id, sebuah startup inovasi pertanian, bekerja sama dengan Careu Indonesia dan DPP IKA Faperta Unand.
Ketiga entitas ini menyelenggarakan Pelatihan Self Development Vol. I: Emotional Intelligence & Mental Health Class di Media Center Sekretariat AFTA, Jalan GOR H. Agus Salim, Padang, pada Jumat, 19 September 2025. Acara yang mengusung tema “Membangun Kesehatan Mental melalui Kecerdasan Emosional untuk Generasi Muda Pertanian” ini berfokus pada pengembangan kemampuan non-teknis yang sangat dibutuhkan.

Founder & CEO Agraris Indonesia, Arif Zulpriansyah Siregar, S.P., dan Ketua Umum DPP IKA Faperta Unand, Ir. Zola Pandu, hadir dan membuka acara tersebut. Pelatihan ini secara khusus ditujukan untuk membekali Tim Komdigi Agraris.id dan mahasiswa dengan kemampuan krusial, seperti mengelola emosi, membangun empati, dan mengatasi stres, yang sering kali menjadi tantangan di dunia kerja modern, termasuk di sektor pertanian.
Ns. Leni Merdawati, S.Kep., M.Kep., Ph.D., yang juga merupakan Founder Careu Indonesia, tampil sebagai pemateri utama. Ia memaparkan bahwa kecerdasan emosional dan kesehatan mental adalah kunci untuk membentuk pribadi yang tangguh dan siap menghadapi dinamika dunia kerja, terutama di sektor agraris. Acara ini menandai kolaborasi perdana antara Careu Indonesia, Agraris.id, dan DPP IKA Faperta Unand.
“Saya percaya, generasi muda pertanian dengan mental yang sehat dan jiwa yang kuat akan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun pertanian Indonesia yang lebih maju, resilien, dan berdaya saing global,” tegas Dr. Leni.
Melalui tiga layanan utamanya—Agraris Media, Agraris Academy, dan Agraris Mapping—Agraris.id menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun fondasi mental yang kuat bagi generasi muda. Langkah ini sangat relevan mengingat tantangan berat yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga persaingan pasar global. Dengan membekali generasi muda dengan kecerdasan emosional, diharapkan mereka lebih siap menghadapi tekanan, berinovasi, dan pada akhirnya, berkontribusi pada keberlanjutan sektor agraris di masa depan.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.