Morowali, Sulawesi Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Tofuti di Kecamatan Bungku Tengah kini tak lagi membiarkan sejengkal tanah pun menganggur. Melalui Lomba Dasa Wisma dan Pemanfaatan Pekarangan yang digelar Sabtu (8/2/2026), Pemerintah Desa Tofuti resmi menjadikan area rumah warga sebagai “benteng” ketahanan pangan sekaligus instrumen penjaga keamanan wilayah.
Strategi ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dari konsumen pasif menjadi produsen mandiri. Dengan memanfaatkan pekarangan secara produktif, setiap rumah tangga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi secara swadaya sekaligus menekan biaya belanja harian.
Kreativitas di Balik Ketahanan Pangan
Kepala Desa Tofuti, Moh. Najib Karim, menegaskan bahwa kader PKK adalah mesin utama dalam revolusi hijau skala rumah tangga ini. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan produktif secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan psikologis dan ekonomi warga.
“Kami ingin masyarakat lebih kreatif. Pekarangan bukan sekadar hiasan, tapi aset produktif yang mendukung ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan,” ujar Najib dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa tersebut.

Pekarangan Hijau, Lingkungan Aman
Menariknya, inisiatif ini mendapat sorotan khusus dari aparat keamanan. Kapolsek Bungku Tengah, AKP Moh. Irham, yang hadir dalam acara tersebut menilai bahwa pemanfaatan pekarangan memiliki korelasi positif dengan stabilitas keamanan desa.
Menurut AKP Irham, ketika masyarakat aktif mengelola lingkungannya, akan tumbuh rasa tanggung jawab dan kepemilikan yang tinggi terhadap keamanan wilayah. “Kegiatan ini memperkuat sinergi antara warga dan aparat. Lingkungan yang tertata dan warga yang sibuk dengan hal positif adalah kunci ketertiban,” ungkapnya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Pokja III Kabupaten, Pokja II Kecamatan, serta Forkopimda setempat. Melalui kompetisi desa wisma ini, Desa Tofuti membuktikan bahwa solusi masalah global seperti krisis pangan dan keamanan bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.