Pekalongan [DESA MERDEKA] – Gelora semangat untuk meningkatkan kecintaan masyarakat Kabupaten Pekalongan terhadap buku kembali membara. Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan baru saja menggelar pertemuan penting di Kedungwuni. Bukan sekadar kumpul biasa, pertemuan ini menjadi panggung bagi para pejuang literasi untuk bertukar ide dan merancang serangkaian program kerja yang diharapkan mampu memberikan dampak signifikan di tahun mendatang.
Bak sebuah orkestra yang tengah menyusun partitur indah, para pengurus dan anggota FTBM tampak antusias membahas berbagai strategi inovatif. Fokus utama mereka adalah bagaimana caranya agar setiap sentuhan program yang dijalankan benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat luas, terutama dalam menumbuhkan dan memelihara minat baca sejak dini.

Yoga Rifai Hamzah, nahkoda Forum TBM Kabupaten Pekalongan, dengan penuh harap menyampaikan, “Kami memiliki visi yang jelas, yaitu memastikan setiap program yang kami rancang dan laksanakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Prioritas utama kami adalah meningkatkan akses terhadap buku dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca.”
Dalam rapat yang berlangsung hangat dan penuh ide tersebut, sejumlah rencana aksi konkret pun lahir. Ibarat jurus-jurus jitu yang siap dilancarkan, FTBM Pekalongan telah menyiapkan beberapa langkah strategis. Pertama, mereka bertekad untuk meningkatkan kualitas koleksi buku yang tersedia di berbagai TBM. Langkah ini meliputi proses kurasi yang cermat, memastikan buku-buku yang dihadirkan relevan dengan minat dan kebutuhan masyarakat, terutama bagi generasi penerus bangsa, anak-anak dan remaja.
Tak hanya fokus pada isi, FTBM Pekalongan juga menyadari pentingnya garda terdepan, yakni para pengelola TBM. Oleh karena itu, program pelatihan intensif bagi para pengelola telah masuk dalam daftar prioritas. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang mumpuni dalam mengelola koleksi buku secara efektif, merancang dan melaksanakan kegiatan literasi yang menarik, serta memiliki kemampuan untuk menarik lebih banyak pengunjung ke TBM.

Kolaborasi menjadi kunci penting lainnya. FTBM Pekalongan berencana untuk menjalin kemitraan yang lebih erat dengan berbagai pihak, mulai dari sekolah-sekolah hingga komunitas-komunitas yang ada di masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai kegiatan literasi yang lebih beragam dan menjangkau lebih banyak orang, seperti lomba menulis yang mengasah kreativitas, bedah buku yang menambah wawasan, hingga pameran buku yang mendekatkan buku dengan masyarakat.
Tak ketinggalan dengan perkembangan zaman, FTBM Pekalongan juga berupaya untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk memperluas jangkauan layanan TBM. Pemanfaatan platform online atau media sosial menjadi salah satu opsi untuk menjangkau аудиens yang lebih luas dan memberikan kemudahan akses terhadap informasi literasi.
Dengan semangat baru dan peta jalan program yang telah tersusun rapi, Forum TBM Kabupaten Pekalongan optimis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mewujudkan masyarakat Pekalongan yang literat. “Kami memiliki harapan besar, melalui berbagai inisiatif yang akan kami lakukan, masyarakat Pekalongan akan semakin mencintai buku dan menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari,” pungkas Yoga, menyiratkan keyakinan akan masa depan literasi di Pekalongan yang semakin cerah.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.