Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kecamatan Pebayuran resmi merampungkan maraton Monitoring dan Evaluasi (Monev) di 12 desa pada Kamis (26/2/2026). Langkah ini menjadi “audit internal” besar-besaran untuk memastikan tidak ada anggaran desa yang meleset dari perencanaan serta menjamin transparansi tata kelola pemerintahan di akar rumput.
Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, menegaskan bahwa pengecekan menyeluruh ini mencakup dua pilar utama: ketertiban administrasi laporan keuangan dan kualitas pembangunan fisik di lapangan. Targetnya jelas, yakni meminimalisir celah penyimpangan anggaran serta meningkatkan responsivitas perangkat desa terhadap kebutuhan warga.

Deteksi Dini Kendala Desa
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai ruang konsultasi langsung. Tim kecamatan menyisir setiap kendala yang dihadapi perangkat desa dalam mengelola anggaran maupun menjalankan program kerja. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan pemerintahan desa yang lebih profesional dan akuntabel.
“Kami ingin setiap desa tertib administrasi. Monev ini adalah cara kami memastikan roda pemerintahan desa berjalan sesuai aturan dan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” ujar Hasyim Adnan Adha.
Dorong Sinergi Pembangunan Wilayah
Pasca-rampungnya Monev di seluruh desa, pihak kecamatan kini memegang peta evaluasi yang komprehensif. Pemerintah Kecamatan Pebayuran berharap hasil temuan ini menjadi pelecut bagi seluruh perangkat desa untuk memperkuat komitmen dalam pelaporan anggaran yang tepat sasaran.
Output akhir dari penguatan tata kelola ini adalah kemajuan wilayah yang merata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya di wilayah Pebayuran.
misru Ariyanto jurnalis desamerdeka, saat ini menjabat sekretaris parade Nusantara DPD kabupaten Bekasi

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.