Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 18 Mar 2026 15:04 WIB ·

Militansi Banser Lebaksiu: Jaga Pemudik 24 Jam di Yamansari


					Militansi Banser Lebaksiu: Jaga Pemudik 24 Jam di Yamansari Perbesar

Tegal, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Jalur mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Tegal kembali dipastikan aman dengan hadirnya benteng pemuda berbaju doreng. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor bersama Satkoryon Banser Kecamatan Lebaksiu resmi mengoperasikan Posko Mudik di depan Balai Desa Yamansari sejak Senin (16/3/2026). Bukan sekadar tenda peristirahatan, posko ini menjadi simbol khidmah nyata para kader Nahdlatul Ulama dalam menjaga kenyamanan pengguna jalan hingga 22 Maret mendatang.

Ketua PAC GP Ansor Lebaksiu, Abdul Latif, menegaskan bahwa posko ini adalah wujud pengabdian tanpa batas. “Kami ingin memastikan siapa pun yang melintas di Lebaksiu merasa aman. Posko kami terbuka lebar bagi pemudik yang butuh informasi jalur, tempat istirahat, hingga bantuan teknis saat kendaraan terkendala,” ujarnya.

Sistem Piket Estafet Antarranting
Ada manajemen yang rapi di balik berdirinya posko ini. Untuk menjaga kesiagaan total, personel dibagi ke dalam dua sif kerja yang melibatkan partisipasi aktif seluruh ranting desa se-Kecamatan Lebaksiu.

  • Sif I (15.30 – 21.00 WIB): Fokus pada pengamanan arus sore menjelang buka puasa.
  • Sif II (21.00 – 03.00 WIB): Menjaga pemudik yang melakukan perjalanan malam hingga waktu sahur.

Setiap sif diisi oleh gabungan dua ranting GP Ansor dan Banser yang bertugas secara bergantian. Strategi ini memastikan stamina petugas tetap terjaga sekaligus mempererat solidaritas antar-kader muda di tingkat akar rumput.

Lebih dari Sekadar Tempat Istirahat
Bagi Banser Lebaksiu, melayani pemudik adalah panggilan jiwa. Selain memantau kepadatan lalu lintas di titik rawan, mereka sigap memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan kecil atau sekadar memberikan arah jalan bagi pemudik yang tersesat.

Kehadiran 267 posko serupa di seluruh Jawa Tengah, termasuk titik strategis di Yamansari, menjadi bukti bahwa gerakan pemuda ini tetap konsisten menjadi pelayan masyarakat. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial inilah yang terus dipupuk agar kader muda Nahdlatul Ulama selalu hadir di tengah kesulitan warga, terutama saat mobilitas kendaraan meningkat tajam di jalan raya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjemput Damai Demang Kentol: Kisah Batik Sumberparang Malang

10 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Simalakama di Kaki Bromo: Saat Penegak Adat Dibui Hukum Negara

8 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Ironi Desa Budaya Bantul Antara Pelestarian Dan Birokrasi

7 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Sengketa Lahan Lempuing Jaya dan Sengkarut Arsip Desa

31 Juli 2026 - 20:33 WIB

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Trending di SOSBUD