Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 4 Mar 2026 10:39 WIB ·

Masjid Koto Gadang Jadi Benteng Anak Desa Sekolah


					Masjid Koto Gadang Jadi Benteng Anak Desa Sekolah Perbesar

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Sebuah masjid di nagari persiapan terbukti mampu menjadi hulu dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) pedesaan. Di Masjid Jabal Nur, Jorong Koto Gadang, Nagari Persiapan Koto Gadang, Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, pembangunan SDM desa tidak lagi bertumpu pada ruang kelas formal, melainkan dari syaf-syaf ibadah.

Masjid yang berdiri sejak tahun 2020 ini sukses bertransformasi menjadi pusat pendidikan umat. Melalui program mandiri, nagari ini secara konsisten mencetak kader imam dan khatib lokal mumpuni, serta membina 80 santri tahfiz Al-Qur’an, di mana 10 di antaranya telah khatam menghafal juz 30. Langkah taktis warga desa ini selaras dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Geliat swadaya masyarakat di nagari persiapan ini mendapat respons langsung dari pemerintah tingkat provinsi. Saat menggelar Safari Ramadan pada Selasa malam (24/2/2026), Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM di tingkat nagari merupakan pilar utama dari visi “Sumbar Madani yang Berkelanjutan” yang diusung bersama Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.

“Kita ingin lahir generasi Sumatera Barat yang cerdas dan berakhlak mulia. Anak-anak kita harus rajin ke masjid dan tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an,” ujar Muhidi di hadapan warga usai berbuka puasa bersama.

Nyatanya, benteng moral di tingkat desa saja tidak cukup jika tidak didukung oleh kepastian regulasi formal. Menjawab aspirasi warga terkait keberlanjutan produktivitas generasi muda, DPRD Sumbar kini tengah menggodok revisi Perda tentang pendidikan. Aturan ini dirancang untuk memastikan pemerataan akses dan menutup celah angka putus sekolah di pedesaan.

Targetnya tegas: ke depan, tidak boleh ada lagi anak nagari yang terhenti di tingkat SMP dan gagal melanjutkan ke jenjang SMA atau SMK. Berdasarkan pembagian kewenangan yang jelas, Pemprov Sumbar memegang tanggung jawab penuh atas pengelolaan SMA dan SMK, sedangkan tingkat TK, SD, hingga SMP berada di bawah kendali pemerintah kabupaten/kota.

Selain sektor pendidikan, intervensi terhadap urat nadi ekonomi desa turut menjadi prioritas. Pemprov Sumbar tengah menyiapkan skema pembinaan hingga perluasan pemasaran produk UMKM lokal. Langkah ini berjalan beriringan dengan penanganan pascabencana banjir dan longsor yang sempat melumpuhkan puluhan ribu hektare lahan pertanian di 16 kabupaten/kota, di mana proses pendataan R3P kini telah rampung diselesaikan dalam waktu 48 hari.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap simpul penggerak SDM tersebut, Ketua DPRD Sumbar menyalurkan bantuan dana senilai Rp50 juta dari Pemprov Sumbar, Rp5 juta dari Bank Nagari, serta sumbangan pribadi senilai Rp1 juta rupiah yang dialokasikan khusus untuk operasional Masjid Jabal Nur, lengkap beserta 40 mushaf Al-Qur’an baru untuk para santri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Digitalisasi Pendidikan Sumatera Barat: Kelas IT Mulai Diuji Coba

23 Mei 2026 - 11:03 WIB

Pesantren Pringsewu Kini Tangguh Hadapi Risiko Mitigasi Bencana

23 Mei 2026 - 09:01 WIB

Bekas Gudang Pakan Sapi Jadi Ruang Belajar Desa

22 Mei 2026 - 18:13 WIB

Benteng Pendem Ambarawa Jadi Laboratorium Mitigasi Bencana Digital

19 Mei 2026 - 21:24 WIB

Investasi Gizi Anak Jaar Demi Masa Depan Barito Timur

18 Mei 2026 - 19:38 WIB

Siasat Asrama Mahyeldi: Solusi Adil Pendidikan Anak Desa

17 Mei 2026 - 01:33 WIB

Trending di PENDIDIKAN