Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sebuah masjid di nagari persiapan terbukti mampu menjadi hulu dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) pedesaan. Di Masjid Jabal Nur, Jorong Koto Gadang, Nagari Persiapan Koto Gadang, Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, pembangunan SDM desa tidak lagi bertumpu pada ruang kelas formal, melainkan dari syaf-syaf ibadah.
Masjid yang berdiri sejak tahun 2020 ini sukses bertransformasi menjadi pusat pendidikan umat. Melalui program mandiri, nagari ini secara konsisten mencetak kader imam dan khatib lokal mumpuni, serta membina 80 santri tahfiz Al-Qur’an, di mana 10 di antaranya telah khatam menghafal juz 30. Langkah taktis warga desa ini selaras dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Geliat swadaya masyarakat di nagari persiapan ini mendapat respons langsung dari pemerintah tingkat provinsi. Saat menggelar Safari Ramadan pada Selasa malam (24/2/2026), Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM di tingkat nagari merupakan pilar utama dari visi “Sumbar Madani yang Berkelanjutan” yang diusung bersama Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.
“Kita ingin lahir generasi Sumatera Barat yang cerdas dan berakhlak mulia. Anak-anak kita harus rajin ke masjid dan tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an,” ujar Muhidi di hadapan warga usai berbuka puasa bersama.
Nyatanya, benteng moral di tingkat desa saja tidak cukup jika tidak didukung oleh kepastian regulasi formal. Menjawab aspirasi warga terkait keberlanjutan produktivitas generasi muda, DPRD Sumbar kini tengah menggodok revisi Perda tentang pendidikan. Aturan ini dirancang untuk memastikan pemerataan akses dan menutup celah angka putus sekolah di pedesaan.

Targetnya tegas: ke depan, tidak boleh ada lagi anak nagari yang terhenti di tingkat SMP dan gagal melanjutkan ke jenjang SMA atau SMK. Berdasarkan pembagian kewenangan yang jelas, Pemprov Sumbar memegang tanggung jawab penuh atas pengelolaan SMA dan SMK, sedangkan tingkat TK, SD, hingga SMP berada di bawah kendali pemerintah kabupaten/kota.
Selain sektor pendidikan, intervensi terhadap urat nadi ekonomi desa turut menjadi prioritas. Pemprov Sumbar tengah menyiapkan skema pembinaan hingga perluasan pemasaran produk UMKM lokal. Langkah ini berjalan beriringan dengan penanganan pascabencana banjir dan longsor yang sempat melumpuhkan puluhan ribu hektare lahan pertanian di 16 kabupaten/kota, di mana proses pendataan R3P kini telah rampung diselesaikan dalam waktu 48 hari.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap simpul penggerak SDM tersebut, Ketua DPRD Sumbar menyalurkan bantuan dana senilai Rp50 juta dari Pemprov Sumbar, Rp5 juta dari Bank Nagari, serta sumbangan pribadi senilai Rp1 juta rupiah yang dialokasikan khusus untuk operasional Masjid Jabal Nur, lengkap beserta 40 mushaf Al-Qur’an baru untuk para santri.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.