Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Masjid Jami’ Darussalam Ereng-Ereng resmi menutup Festival Ramadan pada Rabu (11/3/2026) dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih hanya seremoni penutupan, pengurus masjid dan BAZNAS Bantaeng menggelar Dialog Ramadan bertajuk “Manajemen Pengelolaan ZISWAF Berbasis Masjid”. Langkah ini menegaskan bahwa masjid bukan sekadar tempat bersujud, melainkan pusat mesin ekonomi yang mampu mengentaskan kemiskinan di tingkat akar rumput.
Transformasi masjid menjadi hub pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dianggap sebagai solusi jitu bagi kesejahteraan umat. Dengan manajemen yang terarah, potensi dana sosial dari jamaah dapat langsung disalurkan untuk pemberdayaan masyarakat lokal secara transparan dan akuntabel.
Edukasi Zakat sebagai Senjata Kesejahteraan
Ketua BAZNAS Kabupaten Bantaeng menekankan bahwa literasi zakat adalah bekal utama bagi warga. Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi; tempat di mana jamaah tidak hanya belajar cara beribadah, tetapi juga memahami kewajiban sosialnya dalam mengelola potensi ekonomi desa.
“Masjid harus bisa menjadi jawaban atas masalah sosial di sekitarnya. Dengan ZISWAF yang terkelola baik, fungsi masjid kembali ke akarnya sebagai pusat peradaban dan kesejahteraan,” ujarnya di hadapan jamaah yang antusias menunggu waktu berbuka.
Kolaborasi Lintas Sektor di Garis Depan
Dialog interaktif ini tidak hanya melibatkan tokoh agama, tetapi juga dihadiri oleh Sekretaris Camat, Kapolsek, Lurah Ereng-Ereng, hingga Babinsa. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menandakan adanya sinergi kuat untuk mengamankan proses distribusi zakat agar tepat sasaran dan berpayung hukum.
Wakil Ketua I BAZNAS Bantaeng dalam pemaparannya mengajak jamaah untuk membiasakan sedekah sebagai gaya hidup, terutama di bulan suci. Pemaparan konsep dasar ZISWAF yang amanah diharapkan dapat memutus rantai keraguan warga dalam menyalurkan dana sosial mereka melalui lembaga resmi berbasis masjid.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama, mempererat silaturahmi yang kini memiliki misi baru: memastikan tidak ada lagi warga di sekitar Masjid Jami’ Darussalam yang kesulitan secara ekonomi berkat kekuatan ZISWAF yang mandiri.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.