Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 12 Mar 2026 14:00 WIB ·

Masjid Ereng-Ereng Kini Jadi Pusat Ekonomi Pemberdayaan Umat


					Masjid Ereng-Ereng Kini Jadi Pusat Ekonomi Pemberdayaan Umat Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Masjid Jami’ Darussalam Ereng-Ereng resmi menutup Festival Ramadan pada Rabu (11/3/2026) dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih hanya seremoni penutupan, pengurus masjid dan BAZNAS Bantaeng menggelar Dialog Ramadan bertajuk “Manajemen Pengelolaan ZISWAF Berbasis Masjid”. Langkah ini menegaskan bahwa masjid bukan sekadar tempat bersujud, melainkan pusat mesin ekonomi yang mampu mengentaskan kemiskinan di tingkat akar rumput.

Transformasi masjid menjadi hub pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dianggap sebagai solusi jitu bagi kesejahteraan umat. Dengan manajemen yang terarah, potensi dana sosial dari jamaah dapat langsung disalurkan untuk pemberdayaan masyarakat lokal secara transparan dan akuntabel.

Edukasi Zakat sebagai Senjata Kesejahteraan
Ketua BAZNAS Kabupaten Bantaeng menekankan bahwa literasi zakat adalah bekal utama bagi warga. Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi; tempat di mana jamaah tidak hanya belajar cara beribadah, tetapi juga memahami kewajiban sosialnya dalam mengelola potensi ekonomi desa.

“Masjid harus bisa menjadi jawaban atas masalah sosial di sekitarnya. Dengan ZISWAF yang terkelola baik, fungsi masjid kembali ke akarnya sebagai pusat peradaban dan kesejahteraan,” ujarnya di hadapan jamaah yang antusias menunggu waktu berbuka.

Kolaborasi Lintas Sektor di Garis Depan
Dialog interaktif ini tidak hanya melibatkan tokoh agama, tetapi juga dihadiri oleh Sekretaris Camat, Kapolsek, Lurah Ereng-Ereng, hingga Babinsa. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menandakan adanya sinergi kuat untuk mengamankan proses distribusi zakat agar tepat sasaran dan berpayung hukum.

Wakil Ketua I BAZNAS Bantaeng dalam pemaparannya mengajak jamaah untuk membiasakan sedekah sebagai gaya hidup, terutama di bulan suci. Pemaparan konsep dasar ZISWAF yang amanah diharapkan dapat memutus rantai keraguan warga dalam menyalurkan dana sosial mereka melalui lembaga resmi berbasis masjid.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama, mempererat silaturahmi yang kini memiliki misi baru: memastikan tidak ada lagi warga di sekitar Masjid Jami’ Darussalam yang kesulitan secara ekonomi berkat kekuatan ZISWAF yang mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM