Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Kabupaten Malaka mulai memanaskan mesin untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Malaka mengonfirmasi telah menuntaskan inventarisasi data terhadap 46 ribu siswa di 520 sekolah sebagai calon penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah cepat ini menjadi krusial karena akurasi data adalah fondasi agar anggaran negara tidak salah sasaran. Pendataan ini mencakup seluruh jenjang mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh pelosok Malaka.
Sekretaris Dinas PK Kabupaten Malaka, Jefridus Klau, menegaskan bahwa data tersebut kini memasuki tahap verifikasi tim untuk memperoleh angka riil di lapangan. “Kami mencatat ada 46 ribu siswa dari 520 sekolah. Untuk jenjang SMA/SMK memang tidak masuk dalam pendataan kami,” jelasnya, Senin (24/2/2025).
Anggaran Uji Coba dan Strategi Dapur Umum
Meski skala program ini sangat besar, Pemerintah Kabupaten Malaka telah menyiapkan langkah awal yang terukur. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp369 juta khusus untuk fase uji coba.
Dengan asumsi biaya per porsi sekitar Rp10.000, anggaran tersebut akan disimulasikan untuk melihat efektivitas distribusi dan kualitas gizi sebelum diterapkan secara masif. Sebagai tahap awal, dua titik dapur umum telah direncanakan untuk menopang uji coba ini, yakni di Kecamatan Malaka Timur dan Kecamatan Malaka Tengah.
Menanti Komando Eksekusi
Walaupun data dan titik dapur telah terpetakan, jadwal pasti pelaksanaan uji coba masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Sekretariat Daerah. Jefridus mengarahkan agar detail teknis waktu pelaksanaan dikonfirmasi melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka sebagai koordinator utama anggaran daerah.
Kesiapan Malaka dalam menyodorkan data puluhan ribu siswa ini menunjukkan komitmen daerah dalam merespons cepat kebijakan pusat. Akurasi 46 ribu nama siswa ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut.

Bangun Desa untuk Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.