Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 13 Nov 2025 17:44 WIB ·

Mahasiswa ITB KKN Kuningan: Ubah Data Manual Jadi Digital


					Kelompok 11 KKN ITB 2025 bersama Karang Taruna Desa Legokherang. (Dok. Kelompok 11 KKN ITB 2025) Perbesar

Kelompok 11 KKN ITB 2025 bersama Karang Taruna Desa Legokherang. (Dok. Kelompok 11 KKN ITB 2025)

ITB Kuatkan Lembaga Desa Legokherang Lewat Digitalisasi dan Mitigasi Bencana

Kuningan, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Sebanyak 17 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 berhasil membawa angin segar perubahan kelembagaan di Desa Legokherang, Kabupaten Kuningan. Selama periode 5-29 Agustus 2025, di bawah kepemimpinan Muhamad Abdulah Al Azam (Desain Interior 2023), tim KKN mengusung tema “Wujudkan Desa yang Aktif, Adaptif, Transparan, dan Kolaboratif” dengan fokus utama pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan digitalisasi data.

Salah satu terobosan penting yang dilakukan adalah digitalisasi arsip Posyandu Desa Legokherang. Data perkembangan balita dan pelayanan kesehatan yang sebelumnya hanya dicatat secara manual di atas kertas kini dipindahkan ke format Excel. Langkah ini bertujuan mempermudah pencatatan, pemantauan, dan pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, menandai lonjakan efisiensi dalam tata kelola desa.

Penguatan Kelembagaan Melalui Solusi Realistis
Fokus utama program KKN ini terletak pada penguatan berbagai lembaga desa. Untuk Karang Taruna, mahasiswa menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) yang mengungkap permasalahan klasik: keterbatasan anggota dan minimnya fasilitas, yang menyebabkan program tidak berkelanjutan.

“Kami membantu Karang Taruna menyusun ulang prioritas kegiatan. Kami eliminasi program yang sulit dilanjutkan, lalu menyiapkan strategi agar mereka memiliki aktivitas yang realistis dan berkesinambungan,” jelas Azam.

Pendekatan strategis juga diterapkan pada Linmas (Perlindungan Masyarakat). Melihat aktivitas Linmas yang rendah karena keterbatasan SDM, mahasiswa berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan untuk mengadakan penyuluhan mitigasi bencana.

Kegiatan penting ini menghasilkan produk berupa peta area rawan longsor dan penentuan titik kumpul (assembly point) yang kemudian disosialisasikan melalui poster. Upaya ini merupakan pondasi kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi bencana.

Kelompok 11 KKN ITB 2025 bersama Kelompok Wanita Tani Desa Legokherang. (Dok. Kelompok 11 KKN ITB 2025)

Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Selain penguatan SDM, Kelompok 11 KKN ITB turut mendampingi PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal. Program yang digalakkan mencakup revitalisasi kebun apotek hidup dengan penambahan bibit dan pembuatan pupuk.

Lebih lanjut, mahasiswa memprakarsai penanaman tanaman pangan seperti cabai, terong, tomat, jagung, kacang panjang, dan kemangi. Penanaman ini dilakukan di lahan depan Polindes saat sawah memasuki masa istirahat, memastikan pemanfaatan lahan yang optimal.

Di sektor ekonomi, mahasiswa memberikan pendampingan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mengingat mayoritas warga berprofesi sebagai petani, BUMDes kini mulai mengembangkan sektor perikanan sebagai potensi tambahan. Mahasiswa memberikan masukan strategi pemasaran dan membantu identifikasi peluang usaha baru, dengan harapan BUMDes mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri.

Penyuluhan mitigasi bencana bersama BPBD Kabupaten Kuningan. (Dok. Kelompok 11 KKN ITB 2025)

Belajar Kompromi dan Budaya Lokal
Di luar program utama, tim KKN ITB aktif berpartisipasi dalam kegiatan non-tema, mulai dari membantu persiapan perayaan 17 Agustus, mengajarkan eksperimen sains dan tata surya kepada anak SD, hingga mendampingi anak-anak mengaji di madrasah.

Azam menyampaikan, pengalaman KKN ini menjadi ajang pembelajaran berharga bagi timnya. “Kami belajar banyak tentang proses berkompromi, komunikasi efektif, hingga menghormati adat istiadat desa. Kami bersyukur, melalui KKN ini kami menjadi lebih tahu banyak hal dan lebih dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Para mahasiswa berharap hasil pendampingan kelembagaan dan penguatan SDM ini dapat menjadi pondasi perubahan berkelanjutan. “Kami ingin lembaga dan SDM yang kami perkuat ini membuat warga lebih solid, terorganisasi, dan mampu mengelola potensi desa secara mandiri. Manfaat non-fisik ini, semoga terus berguna di masa depan,” pungkas Azam optimis.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Literasi Digital Jadi Kunci SDM Desa Berdaya Saing

3 Juni 2026 - 09:25 WIB

Revitalisasi Tradisi Surau Lewat SMP Islam Darul Hakim

2 Juni 2026 - 21:01 WIB

Membangun Benteng Akhlak, Menjaga Masa Depan Desa

31 Mei 2026 - 21:23 WIB

Sumbar Raih Penghargaan Pendidikan Nasional, Desa Semakin Berdaya

28 Mei 2026 - 14:21 WIB

Digitalisasi Pendidikan Sumatera Barat: Kelas IT Mulai Diuji Coba

23 Mei 2026 - 11:03 WIB

Pesantren Pringsewu Kini Tangguh Hadapi Risiko Mitigasi Bencana

23 Mei 2026 - 09:01 WIB

Trending di PENDIDIKAN