Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Penguatan nilai religius di tingkat akar rumput memasuki babak baru. Pelantikan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Koto Tangah menjadi momentum strategis untuk membina generasi muda di seluruh kelurahan agar tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan maknanya dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh lintas sektoral, mulai dari Sekretaris Umum LPTQ Kota Padang, unsur Kemenag, Muspika, hingga para lurah se-Koto Tangah. Kehadiran lembaga adat seperti KAN, LKAAM, dan Bundo Kanduang mempertegas bahwa syiar Islam di wilayah ini berakar kuat pada kolaborasi komunitas dan tokoh masyarakat lokal.
Sinergi Birokrasi dan Tokoh Masyarakat
Struktur kepengurusan baru LPTQ Koto Tangah mencerminkan sinergi birokrasi kecamatan. Posisi Ketua Umum kini dijabat oleh Sekretaris Camat Koto Tangah, didampingi Syahrul, S.P sebagai Ketua Pelaksana, serta melibatkan Kepala KUA dan Kasi Kesos dalam jajaran inti. Kombinasi ini diharapkan mampu mempercepat koordinasi pembinaan tilawah dan tahfiz hingga ke tingkat lingkungan terkecil.
Syahrul, S.P menegaskan bahwa LPTQ bukan sekadar lembaga seremonial. “LPTQ harus menjadi pusat pembinaan berkelanjutan bagi qari dan qariah berprestasi, sekaligus motor penggerak lahirnya generasi yang berkarakter kuat berbasis nilai Al-Qur’an,” ujarnya.
Pusat Pembinaan Berkelanjutan di Koto Tangah
Eksistensi LPTQ di tingkat kecamatan menjadi vital sebagai wadah pengembangan seni baca Al-Qur’an yang terorganisir. Dengan dukungan UPT Pendidikan, kepala puskesmas, dan penyuluh agama, lembaga ini diproyeksikan mampu mencetak talenta-talenta religius unggul yang akan memperkuat identitas masyarakat Kota Padang yang agamis dan berbudaya.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.