Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMDA · 16 Feb 2026 20:28 WIB ·

Lembah Anai Harus Kosong, Keselamatan Jadi Harga Mati


					Lembah Anai Harus Kosong, Keselamatan Jadi Harga Mati Perbesar

Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Lembah Anai bukan lagi sekadar perlintasan elok di Sumatera Barat, melainkan pengingat keras akan kekuatan alam. Pascabencana banjir hidrometeorologi akhir 2025, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini mengambil langkah tegas: penataan kawasan ini tidak boleh lagi hanya berakhir di atas kertas dokumen administratif.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa pengosongan bangunan di titik rawan adalah mandat yang mendesak. Peninjauan lapangan yang dilakukan pada Senin (16/2/2026) menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai “bersih-bersih” kawasan sungai yang secara hukum dan alam memang berisiko tinggi bagi nyawa manusia.

Belajar dari Amukan Hidrometeorologi
Risiko yang selama ini dipetakan terbukti nyata saat bencana akhir tahun lalu menyapu sebagian bangunan di sana. Arry merujuk pada kesepakatan tertanggal 22 Juli 2025 yang sebenarnya sudah mengamanatkan sterilisasi kawasan. Namun, bencana yang terjadi seolah menjadi “vonis alam” bahwa penertiban tidak bisa lagi ditunda.

“Faktanya, bencana benar-benar terjadi. Ini pengingat bagi kita semua bahwa aspek keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar dengan alasan apa pun,” ujar Arry saat memantau aliran sungai Lembah Anai.

Target Bersih Sebelum Arus Mudik Lebaran
Ujian sesungguhnya akan tiba pada masa libur Lebaran 2026. Sebagai jalur urat nadi transportasi Sumbar, Lembah Anai diprediksi akan dibanjiri ribuan kendaraan. Arry tak ingin momen kebahagiaan tersebut berubah menjadi tragedi akibat kelalaian dalam menata kawasan Taman Wisata Alam ini.

Langkah-langkah yang akan diambil meliputi:

  • Konsolidasi Lintas Instansi: Koordinasi intensif antara Pemprov Sumbar dengan pengelola Taman Wisata Alam.
  • Penertiban Konsisten: Eksekusi pengosongan bangunan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
  • Mitigasi Lalu Lintas: Pengaturan arus kendaraan guna menghindari penumpukan di titik rawan bencana.

Pemerintah Provinsi Sumbar dijadwalkan segera menggelar rapat konsolidasi akhir untuk memastikan seluruh pihak memegang komitmen yang sama. Penataan ini bertujuan menciptakan kawasan Lembah Anai yang lebih tertib, aman, dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang melintas maupun berwisata.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemprov Sumbar Terapkan Pola Baru Koordinasi Pembangunan, Tunjuk PIC untuk Setiap Kabupaten/Kota

28 Maret 2026 - 13:31 WIB

Sekdaprov Sumbar Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas, Penempatan Jabatan Gunakan Manajemen Talenta

28 Maret 2026 - 12:52 WIB

Dana Transfer Rp1,65 Triliun: Napas Baru Infrastruktur Desa Sumbar

27 Maret 2026 - 06:31 WIB

Mudik Sumbar 2026: Gubernur Pastikan Jalur Aman dan Nyaman

26 Maret 2026 - 15:10 WIB

Sidak Samsat: Gubernur Sumbar Sesalkan Warga Menunggu Tanpa Kepastian

26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Sinyal Penyelamat di Sitinjau Lauik: Merdeka Komunikasi Jalur Ekstrem

26 Maret 2026 - 10:44 WIB

Trending di PEMDA