Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 29 Jul 2025 12:39 WIB ·

Kwik Kian Gie: Ekonom Kritis Penjaga Kedaulatan Bangsa telah Berpulang


					Prof. Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina, mengenang beliau sebagai tokoh yang tak gentar menyuarakan kritik tajam dan independen terhadap kebijakan ekonomi nasional, Selasa (29/07/2025) di Jakarta. Perbesar

Prof. Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina, mengenang beliau sebagai tokoh yang tak gentar menyuarakan kritik tajam dan independen terhadap kebijakan ekonomi nasional, Selasa (29/07/2025) di Jakarta.

Jakarta [DESA MERDEKA] – Indonesia baru saja kehilangan seorang ekonom hebat, Kwik Kian Gie, yang berpulang pada 29 Juli 2025.

Prof. Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina, mengenang beliau sebagai tokoh yang tak gentar menyuarakan kritik tajam dan independen terhadap kebijakan ekonomi nasional.

Sejak era 1980-an, Kwik sudah dikenal sebagai intelektual yang pemikirannya sangat didengar. Lulusan universitas ternama di Rotterdam ini memilih jalur berbeda saat banyak intelektual merapat ke pemerintah Orde Baru di era 1990-an.

Kwik tetap setia pada perannya sebagai “check and balance” tak formal, mengkritisi kebijakan ekonomi yang saat itu didominasi “Mafia Berkeley” hingga akhirnya ambruk pada 1997.

Beliau adalah bagian dari “Kelompok Ekonomi 30” yang vokal di media massa, bersama nama-nama besar seperti Sjahrir dan Rizal Ramli.

Meski sempat menjabat di pemerintahan pasca-reformasi sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (1999–2000) dan Menko Ekuin (2001), Kwik tetap dikenal sebagai figur yang berani menyuarakan kebenaran.

Pemikiran Kwik Kian Gie tentang kedaulatan ekonomi nasional sangat relevan hingga kini. Ia selalu mengingatkan untuk tidak tergantung pada IMF dan utang luar negeri, agar bangsa ini tidak didominasi kekuatan asing.

Kwik juga kritis terhadap oligarki ekonomi-politik dan pentingnya menjaga BUMN sebagai komponen strategis bangsa. Menurutnya, BUMN adalah separuh ekonomi bangsa yang harus dijaga keberlangsungannya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 23: Melestarikan Bahasa Daerah

13 Maret 2026 - 10:12 WIB

Misteri Pantai Laja’a: Ciri Fisik Akhiri Pencarian Panjang Djafar

13 Maret 2026 - 02:00 WIB

Privilese Raden Ardiwinata: Dobrak Birokrasi Kolonial di Usia 20

12 Maret 2026 - 21:57 WIB

Masjid Ereng-Ereng Kini Jadi Pusat Ekonomi Pemberdayaan Umat

12 Maret 2026 - 14:00 WIB

R.O. Ardiwinata: Bangsawan Sunda Pencetak Purwarupa Perikanan Indonesia

11 Maret 2026 - 20:04 WIB

Masjid Darul Huda Padang: Iktikaf Tertib Pakai Kartu Khusus

10 Maret 2026 - 17:24 WIB

Trending di RAGAM