Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 1 Agu 2024 13:28 WIB ·

Kasus Bullying di SMAN 1 Pebayuran Berlanjut, Orang Tua Korban Ancam Laporkan ke KPAI


					Kasus Bullying di SMAN 1 Pebayuran Berlanjut, Orang Tua Korban Ancam Laporkan ke KPAI Perbesar

Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA]> Kasus dugaan bullying yang dialami seorang siswi SMAN 1 Pebayuran oleh oknum guru pengajarnya terus bergulir. Orang tua korban, Dewi, mengancam akan membawa kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) jika kondisi anaknya tidak membaik dalam waktu seminggu.

Seperti diketahui, siswi tersebut mengalami trauma mendalam setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari gurunya. Akibatnya, kondisi mentalnya menurun drastis hingga membuatnya enggan bersekolah.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Ini sudah melewati batas,” tegas Dewi saat ditemui di kediamannya, Kamis (1/8/24).

Dewi merasa kecewa dengan hasil mediasi yang dilakukan di sekolah. Menurutnya, pihak sekolah hanya meminta maaf tanpa memberikan sanksi tegas kepada oknum guru bersangkutan. “Seolah-olah ini masalah sepele. Padahal, ini sudah sangat mengganggu psikologis anak saya,” ujarnya dengan nada sedih.

Ancaman Dewi untuk melaporkan kasus ini ke KPAI mendapat dukungan dari berbagai pihak. Masyarakat luas mengecam tindakan oknum guru tersebut dan mendesak pihak sekolah untuk mengambil tindakan tegas.

Pihak Sekolah Bungkam

Ketika dikonfirmasi kembali, pihak SMAN 1 Pebayuran enggan memberikan komentar terkait kasus ini. Mereka seolah-olah berusaha menutup-nutupi masalah yang sedang terjadi. Sikap pihak sekolah ini semakin membuat orang tua korban kecewa dan khawatir.

Kasus bullying ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Bullying tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga dapat merusak mental dan emosional korban.

Korban bullying sering mengalami gejala seperti depresi, kecemasan, gangguan tidur, penurunan prestasi akademik, hingga keinginan untuk bunuh diri. Oleh karena itu, kasus bullying harus ditangani secara serius dan tuntas.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 379 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Konsultasi Ranperda ke Kemendikdasmen, DPRD Sumbar Komit Lahirkan Perda Sesuai Kebutuhan

17 Juni 2026 - 15:24 WIB

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Literasi Digital Jadi Kunci SDM Desa Berdaya Saing

3 Juni 2026 - 09:25 WIB

Trending di PENDIDIKAN