Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Menghadapi tantangan keamanan di wilayah baru, Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto, mengambil langkah pasti dengan mengutamakan penguatan spiritual dan dukungan tokoh agama. Alih-alih hanya berfokus pada patroli fisik, perwira menengah yang sebelumnya bertugas di Mojokerto ini memilih “sowan” ke pesantren untuk membangun fondasi sosial-keagamaan yang kuat.
Langkah perdana Ihram dimulai dengan menyambangi Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung, Selasa (20/1/2026). Kehadirannya disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren, KH Imam Mawardi Ridlwan, melalui prosesi pengalungan sorban yang melambangkan bahwa kepolisian telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar pesantren.
Bernostalgia Lewat Istighosah
Suasana kunjungan ini jauh dari kesan formal kepolisian yang kaku. Di ruang tamu pesantren, gema Istighosah Dzikir Jama’i yang dipimpin Kyai Burhan menciptakan suasana khidmat. AKBP Ihram terlihat larut dalam doa, sebuah momen yang ia sebut sebagai pengingat masa kecilnya.
“Saat memasuki pesantren, saya teringat suasana di rumah kakek dan nenek saya yang juga penuh dengan aktivitas mengaji. Saya mohon doa dan nasihat agar tugas pelayanan di Tulungagung ini mendapat kemudahan dari Allah SWT,” tutur Ihram penuh haru.
KH Imam Mawardi Ridlwan menjelaskan bahwa doa “Hasbana” yang dipanjatkan khusus hari itu merupakan permohonan agar Kapolres senantiasa dalam perlindungan dan pertolongan Sang Pencipta dalam setiap kebijakan yang diambilnya.
Sinergi Pesantren untuk Generasi Emas 2045
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi formalitas. Terdapat poin strategis mengenai masa depan bangsa. Kapolres menekankan bahwa pesantren adalah kawah candradimuka bagi pembentukan Generasi Emas 2045 yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga disiplin dan cinta tanah air.
Di sisi lain, Abah Imam (sapaan KH Imam Mawardi Ridlwan) menegaskan komitmen pesantren untuk menjadi mitra aktif kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih saleh dan damai secara berkelanjutan.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut jajaran Kasat Intel, Kasat Lantas, Kasat Binmas, dan Kapolsek Kedungwaru. Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol pakta integritas antara ulama dan umara dalam menjaga keamanan wilayah Tulungagung.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.