Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, mengambil langkah progresif dalam memanusiakan kelompok rentan di wilayahnya. Melalui Musyawarah Perlindungan Anak Disabilitas dan Perempuan (MUSPADI) yang digelar baru-baru ini, Pemerintah Desa Kalibatur menyusun cetak biru program strategis dan alokasi anggaran tahun 2026 yang sepenuhnya berpihak pada keadilan sosial.
Langkah ini dianggap unik karena jarang sekali level pemerintah desa secara spesifik mengalokasikan ruang diskusi formal bagi penyandang disabilitas dan perempuan untuk menentukan arah kebijakan anggaran mereka sendiri. Fokus utamanya jelas: memastikan partisipasi aktif kelompok rentan dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar menjadi objek bantuan.
Kepala Desa Kalibatur, Asim, menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah desa dan aspirasi masyarakat adalah kunci. “Kami harus memastikan bahwa setiap rupiah dalam anggaran 2026 nanti membawa dampak nyata bagi mereka yang selama ini sering terabaikan,” jelas Asim di Balai Desa Kalibatur.
Mandiri Ekonomi dan Perlindungan Hak
Dalam forum tersebut, muncul berbagai usulan konkret yang menyentuh akar rumput. Salah satu poin krusial adalah pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan khusus bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Program ini dirancang agar mereka memiliki daya saing dan kemandirian finansial, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup keluarga secara berkelanjutan.
Selain aspek ekonomi, MUSPADI juga menyepakati penguatan perlindungan anak melalui kampanye hak-hak anak dan pencegahan kekerasan. Desa Kalibatur berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, di mana anak-anak dapat tumbuh tanpa bayang-bayang diskriminasi maupun ancaman fisik.
Fokus Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan juga menjadi pilar utama dalam musyawarah ini. Asim memaparkan rencana perhatian khusus bagi ibu hamil dan balita. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan rutin serta penyuluhan gizi intensif untuk mencegah stunting. Dengan data yang akurat dan pendampingan yang konsisten, Desa Kalibatur optimistis angka kesehatan warga akan meningkat signifikan pada 2026.
Melalui konsistensi MUSPADI, Desa Kalibatur tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun “infrastruktur kemanusiaan”. Targetnya besar: menjadi desa percontohan bagi wilayah lain di Jawa Timur dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif, ramah disabilitas, dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.