Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 19 Jul 2026 21:50 WIB ·

Membangun Sumatra Barat dari Kekuatan Identitas Budaya Nagari


					Membangun Sumatra Barat dari Kekuatan Identitas Budaya Nagari Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Keberhasilan pembangunan di Sumatra Barat tidak boleh diukur hanya dari megahnya gedung-gedung di perkotaan. Kunci kesejahteraan sejati justru terletak pada kemampuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat di tingkat nagari atau desa.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pembangunan tidak bisa lagi berjalan dengan metode top-down (dari atas ke bawah). Sumatra Barat harus berani memanfaatkan jaringan pemikiran para kaum intelektual dan menyatukannya dengan kekuatan nilai-nilai adat yang sudah mengakar di akar rumput.

Nagari Sebagai Fondasi Utama Pembangunan
Sumatra Barat dianugerahi struktur adat nagari yang sangat kuat, sebuah sistem pemerintahan lokal yang memiliki otonomi kebudayaan yang unik. Kekayaan budaya, hukum adat, dan sejarah panjang di tingkat nagari ini seharusnya tidak lagi sekadar menjadi pajangan seremonial, melainkan wajib dijadikan fondasi utama dalam menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis komunitas.

Pentingnya pergeseran kiblat pembangunan ke arah lokalitas ini ditegaskan oleh Kang Dedi Mulyadi saat memberikan pandangannya dalam forum strategis di Padang. Menurutnya, Sumbar memiliki modal sosial yang luar biasa di tingkat pedesaan.

Jika pengelolaan sumber daya alam di pedesaan dilakukan secara adil, berkelanjutan, dan menghormati hak-hak adat masyarakat nagari, maka rantai kemiskinan di desa dapat diputus tanpa harus merusak kelestarian lingkungan.

Mengubah Kajian Ilmiah Menjadi Kebijakan Desa
Selama ini, banyak gagasan hebat dari kalangan akademisi dan organisasi intelektual seperti Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) hanya berakhir menjadi tumpukan kertas di perpustakaan. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengubah kajian ilmiah dan rekomendasi strategis tersebut menjadi program nyata yang bisa langsung dieksekusi menggunakan anggaran dana desa atau nagari.

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyatakan kesiapannya untuk membuka pintu dialog selebar-lebarnya bagi masuknya pemikiran kritis yang rasional dan inovatif. Sinergi antara birokrasi, akademisi, dan tokoh adat sangat diperlukan untuk mengawal agar dana transfer ke daerah benar-benar dialokasikan untuk program pelayanan dasar di desa, seperti penanganan stunting, ketahanan pangan lokal, dan penguatan kelembagaan ekonomi nagari.

“Masukan dari kalangan akademisi penting sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” urai Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy.

Mempersiapkan SDM Nagari yang Berdaya Saing
Pekerjaan rumah terbesar dalam memandirikan nagari adalah minimnya kualitas sumber daya manusia (SDM) muda yang bertahan di desa akibat arus urbanisasi. Oleh karena itu, organisasi kaum pemikir ditantang untuk ikut turun tangan melakukan pendampingan langsung ke tingkat tapak.

Membimbing generasi muda di nagari agar memiliki integritas, literasi digital, namun tetap memegang teguh nilai keislaman dan keindonesiaan adalah investasi jangka panjang yang mendesak. Ketika nagari-nagari di Sumatra Barat diisi oleh pemuda yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara adat, maka kemandirian pangan, ekonomi, dan sosial dari desa bukan lagi sekadar impian di atas kertas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jen Natalia Fokus Pemberdayaan Masyarakat Malaka

23 Mei 2026 - 08:57 WIB

Solid Bergerak! Musancab PDI-P Padang Pariaman Bakar Semangat Ratusan Kader

1 Mei 2026 - 09:33 WIB

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Pasar Tradisional Sekarat: Jeritan Anak Pedagang Menggugat Khofifah

21 April 2026 - 06:59 WIB

Foto: Hasil Rekayasa Ai, Baret Meluapkan Kemarahan

Lawan Godzilla El-Nino, Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Fokus Utama

13 April 2026 - 18:33 WIB

Slogan Perempuan Mengabdi: Anggi Putri Warnai Kursi BPD Bantarjaya

28 Maret 2026 - 15:22 WIB

Trending di POLITIK