Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 7 Jan 2026 16:47 WIB ·

Jalan Baru Polongan Anam: Solusi Permanen Tinggalkan Jalur Maut


					Jalan Baru Polongan Anam: Solusi Permanen Tinggalkan Jalur Maut Perbesar

Pasaman Barat, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menghentikan upaya “tambal sulam” pada ruas jalan maut di Polongan Anam, Nagari Talu. Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengambil langkah berani dengan memutuskan untuk memindahkan jalur utama Simpang Ampek – Lubuak Sikapiang ke lokasi yang lebih aman secara geologis, menyusul bencana hidrometeorologi hebat yang memutus total akses jalan tersebut, Rabu (7/1/2026).

Keputusan ini diambil setelah tinjauan lapangan menunjukkan bahwa jalur lama merupakan “perangkap maut” yang terjepit di antara jurang curam dan perbukitan labil. Memaksakan perbaikan pada titik yang sama dinilai hanya akan membuang anggaran tanpa menjamin keselamatan pengendara di masa depan.

Strategi R3P: Tinggalkan Jalur Lama demi Keamanan
Kondisi teknis di lapangan menunjukkan kerusakan yang tidak mungkin lagi diperbaiki secara instan: dua titik jalan amblas dan satu titik terputus total. Gubernur menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk segera merampungkan aspek administratif guna memasukkan rencana ini ke dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Dokumen ini menjadi instrumen krusial bagi daerah untuk mengakses dukungan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan membangun jalur baru dari nol, pemerintah menargetkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh, tetapi juga jauh dari ancaman longsor susulan yang selama ini menghantui mobilitas warga.

Kolaborasi Teknis Menuju Jalur Hijau
Langkah ekstrem ini tidak diputuskan sendiri. Tim ahli dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) turut dilibatkan bersama Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat untuk memetakan jalur alternatif. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa trase jalan baru nantinya benar-benar melewati tanah yang stabil.

Pengalihan jalur ini diharapkan menjadi kado bagi masyarakat Nagari Talu dan sekitarnya. Jika selama ini urat nadi ekonomi warga selalu “tercekik” setiap kali cuaca ekstrem melanda, jalur baru ini diproyeksikan menjadi solusi permanen yang menjamin kelancaran arus barang dan jasa antar-kabupaten tanpa dibayangi rasa was-was.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Satlinmas Nagari Garda Amankan Pembangunan Desa Sumatera Barat

25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Cetak Miliarder Digital Desa Lewat Nagari Creative Hub Sumbar

25 Mei 2026 - 20:49 WIB

Bupati Erwin Burase Pacu Kemandirian UMKM Desa Parigi Moutong

24 Mei 2026 - 22:02 WIB

Diaspora Minang Ditantang Bangun Kemandirian Nagari Sumbar

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Sinergi Diaspora Membangun Nagari Jadi Strategi Resmi Sumbar

24 Mei 2026 - 19:33 WIB

Trending di PEMDA