Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 15 Jan 2025 18:19 WIB ·

Isu Jual Beli Jabatan Merembes ke Pilperades Ngampal, Bojonegoro


					Isu Jual Beli Jabatan Merembes ke Pilperades Ngampal, Bojonegoro Perbesar

Bojonegoro [DESA MERDEKA] – Jelang pelaksanaan tes perangkat desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro, isu jual beli jabatan kembali mencuat. Isu ini semakin santer terdengar di kalangan warga dan peserta ujian.

“Yang ramai hari ini isu harga kursi perangkat desa hingga setengah miliar untuk satu kuota,” ungkap DN, salah satu peserta ujian, kepada detikJatim, Selasa (14/1/2025).

DN mengaku, meski banyak yang menganggap isu tersebut hanya rumor, namun ia meyakini adanya praktik jual beli jabatan dalam perekrutan perangkat desa. “Saya tetap akan ikut tes, tapi isu ini memang sudah jadi rahasia umum,” tegasnya.

Senada dengan DN, IN, warga Desa Ngampal lainnya, juga meyakini kebenaran isu tersebut. “Dari informasi yang saya dapat, harga untuk satu kursi perangkat desa bisa mencapai ratusan juta rupiah,” kata IN.

Indikasi adanya praktik jual beli jabatan semakin kuat dengan adanya isu perdebatan dalam pembentukan panitia seleksi. Bahkan, ada kabar bahwa beberapa anggota panitia memilih mundur karena tidak sejalan dengan kepentingan kepala desa.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Desa Ngampal, Budiyanto, dengan tegas membantahnya. Ia menyebut isu jual beli jabatan dengan harga fantastis itu tidak masuk akal. “Itu tidak benar. Kemarin saya juga dengar di desa lain nilainya sampai miliaran. Logikanya, kalau ada uang segitu, lebih baik digunakan untuk usaha saja,” tegas Budiyanto.

Budiyanto menjelaskan bahwa para calon perangkat desa yang akan mengikuti tes memang sempat bersilaturahmi ke rumahnya. Namun, menurutnya, itu hanya kunjungan biasa untuk meminta doa restu.

“Semua yang ikut saat ini kebetulan juga tim sukses saya dulu. Mereka datang ke rumah untuk minta doa restu,” ujar Budiyanto.

Terkait proses seleksi, Budiyanto menegaskan bahwa semua telah diserahkan kepada panitia yang independen. “Nggak ada itu (jual beli jabatan), semua sudah dilalui sesuai mekanisme. Pihak ketiga dari STIE Yapan juga terlibat dalam proses seleksi ini,” tandasnya.

Namun, bantahan dari kepala desa tersebut belum sepenuhnya meyakinkan masyarakat. Isu jual beli jabatan dalam perekrutan perangkat desa terus menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Desa Ngampal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Stop Studi Tiru: Akpersi Jabar Desak Pj Bupati Bekasi

26 Maret 2026 - 13:09 WIB

Desa Kawu Ngawi Rombak Anggaran Demi Kebutuhan Riil Warga

24 Maret 2026 - 19:06 WIB

Pilhut Pineleng Dua 2026: Sjerly Lumi Pimpin Sebelas Penjaga Demokrasi

24 Maret 2026 - 17:26 WIB

Sjerly Lumi Jamin Pilhut Pineleng Dua Bebas Main Mata

24 Maret 2026 - 17:07 WIB

Peci Merah Asep Maulana: Harapan Baru Warga Rancasari

24 Maret 2026 - 13:15 WIB

Limbah Daging Jadi Cuan: Rahasia “Berlian” Desa Darmasaba

24 Maret 2026 - 12:15 WIB

Trending di DESA