Kupang [DESA MERDEKA] – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar sidang senat terbuka pada Rabu, 28 Februari 2024, di auditorium kampus. Sebanyak 1.983 wisudawan/ti dari berbagai program studi mengikuti prosesi wisuda yang dibagi dalam dua sesi. Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., memimpin langsung acara tersebut.
Para lulusan ini datang dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Timur (NTT) dan luar provinsi. Mereka memiliki latar belakang ekonomi yang beragam, dengan suka duka masing-masing dalam menempuh pendidikan tinggi. Namun, di balik keberhasilan mereka meraih gelar sarjana, terdapat peran besar orang tua yang berjuang tanpa lelah demi pendidikan anak-anaknya.

Kisah inspiratif datang dari salah satu wisudawan, Selviana Kofi, S.Sos. Di balik kesuksesannya, ada sosok sang ayah, Yakobus Kofi, seorang tukang bangunan di Kota Kupang. Pria yang akrab disapa Jecko ini menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh liku dalam membiayai pendidikan putrinya. Meskipun memiliki keterbatasan ekonomi, kegigihan Jecko, yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), patut diacungi jempol.
Dalam berbagai kesempatan berkumpul keluarga, Jecko sering berbagi pengalamannya menyekolahkan anak di tengah kesulitan ekonomi Kota Kupang. Selain menjadi tukang bangunan, Jecko juga beternak babi di lantai dasar rumahnya yang sederhana. Kandang berukuran 4×24 meter itu menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga.
Untuk menekan biaya pakan ternak, Jecko tak segan mencari sisa makanan di sekitar pasar. Sisa sayuran dan makanan lain ia olah kembali untuk pakan ternaknya. “Dulu saya punya banyak babi, tapi mati semua kena virus. Namun, saya tidak putus asa dan mulai beternak lagi,” kenangnya. Ia mendapat bantuan bibit dari peternak lokal, Nickson Ballo.
Dalam beternak, Jecko dan anak-anaknyaSolidaritas keluarga sangat terasa. Mereka berbagi tugas mengurus ternak. Jecko mencari pakan, sementara anak-anaknya membantu mencincang, memasak, membersihkan kandang, dan memberi makan.
Selviana Kofi, saat ditemui di kediamannya di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, mengungkapkan rasa bahagia dan syukur atas keberhasilannya. “Saya sangat senang bisa meraih gelar ini. Ini adalah balasan atas perjuangan Bapak selama ini,” ujarnya terharu. Setelah wisuda, Selviana berencana mencari pekerjaan untuk membantu membiayai adik-adiknya yang masih sekolah di berbagai jenjang. Ia juga memiliki cita-cita mulia untuk berinvestasi sosial di lembaga kemanusiaan jika ada rezeki lebih. Kisah Selviana dan Bapak Jecko menjadi bukti bahwa dengan kegigihan dan pengorbanan, mimpi meraih pendidikan tinggi dapat terwujud.
Penggiat dan pencinta desa,tinggal dan bekerja di Desa Oetulu, Pulau Timor NTT


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.