Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Digitalisasi, penurunan angka stunting secara drastis, hingga tata kelola BUMDes yang progresif kini bukan lagi monopoli wilayah perkotaan. Panggung penghargaan “Apresiasi Bangga Membangun Desa” di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Rabu (21/08/2024), membuktikan bahwa inovasi paling berdampak justru lahir dari tangan dingin para pemimpin di tingkat akar rumput.
Ajang yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga ini meletakkan tolok ukur baru: birokrasi desa tidak lagi dinilai dari sekadar administrasi usang, melainkan dari kemampuan mengeksekusi solusi riil di lapangan.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menegaskan bahwa kompetisi sehat seperti ini sengaja diciptakan untuk memacu lahirnya terobosan baru. Seleksi ketat terhadap ratusan kepala desa dan perangkatnya ini dipastikan akan bergulir rutin setiap tahun demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara merata. Bahkan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) setempat bersiap meningkatkan eskalasi kompetisi ini menjadi ajang “Kades dan Perangkat Desa of The Year” pada bulan Agustus tahun depan.
Dampaknya langsung terlihat dari peta prestasi wilayah. Desa Karangklesem di Kecamatan Kutasari, misalnya, berhasil keluar sebagai yang terbaik dalam percepatan penurunan angka stunting. Sementara di sektor adaptasi teknologi, Desa Muntang di Kemangkon mengukuhkan diri sebagai pionir digitalisasi desa terbaik.
Kepemimpinan personal juga mendapat panggung. Lasmono, Kepala Desa Kembangan (Bukateja), dan Dewi Purnamasari, perangkat desa dari Tangkisan (Mrebet), dinobatkan sebagai figur terfavorit atas dedikasi langsung mereka dalam melayani warga.
Berikut adalah pencapaian kolektif dan individu yang berhasil mencatatkan rapor hijau dalam pembangunan daerah:
- Tata Kelola & Lembaga: Desa Bedagas, Pengadegan (Juara I Evaluasi Perkembangan Desa), BPD Tergiat diraih Desa Limbangan, Kutasari, dan LPMK Tergiat oleh Kelurahan Kedungmenjangan.
- Layanan Dasar & Ekonomi: Desa Sempor Lor, Kaligondang (Juara I Lomba Perpustakaan Desa), Desa Serang, Karangreja (Juara I Lomba Desa UHC), dan BUMDes Kedarpan “Darma Tirta” Kejobong sebagai BUMDes Ter-Progresif.
- Pemberdayaan Perempuan & Sektor Wisata: Desa Wisata terbaik diraih Kedungbenda (Kemangkon). Sementara TP PKK Tergiat dipimpin oleh Desa Karangcengis (Bukateja), didukung dedikasi Trustilarsih (Kalikabong) selaku kader senior dan Christiana Retno Djumilah (Kelurahan Bojong) dengan masa pengabdian terlama.
Perubahan ritme kerja di tingkat desa ini menunjukkan bahwa ketika kinerja dihargai secara transparan, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat di depan pintu rumah mereka sendiri.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.