Padang Pariaman, Sumbar [DESA MERDEKA] – Ekosistem pesisir Sumatera Barat kini punya pelindung baru dari balik dinding kampus maritim Katapiang. Langkah nyata ini terlihat saat Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumbar menyerahkan bantuan bibit mangrove serta mesin penetas dalam momentum wisuda taruna-taruni di Kabupaten Padang Pariaman. Langkah ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan sebuah aksi nyata untuk menjawab kerentanan lingkungan dan ekonomi yang selama ini mengintai desa-desa pesisir di ranah Minang.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang hadir langsung dalam acara tersebut, tidak dapat menyembunyikan kekagumannya. Sudut pandang out of the box ditunjukkan oleh para taruna yang berhasil mengintegrasikan ilmu kimia maritim ke dalam program aplikatif di darat. Mereka mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus mengolah limbah anorganik menjadi produk bernilai guna tinggi yang bisa direplikasi oleh masyarakat desa sekitar pantai.
Apresiasi Vasko juga tertuju pada pengelolaan internal kampus yang harmonis dengan alam. Direktur Poltekpel Sumbar dinilai sukses membangun hubungan kuat antara manusia dan ekosistem, termasuk menghadirkan satwa seperti kuda sebagai bagian dari keunikan lingkungan belajar. Pola pendidikan berbasis lingkungan ini dinilai ideal dalam membentuk karakter pelaut masa depan yang peka terhadap kelestarian alam tempat mereka bekerja kelak.
Keprihatinan mendalam justru datang dari situasi riil di laut lepas. Dalam kunjungan tersebut, Vasko membeberkan fakta pahit hasil inspeksi mendadak di perairan Kabupaten Pasaman Barat beberapa hari sebelumnya. Praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan bom dan pukat harimau oleh nelayan luar daerah masih marak terjadi. Realitas ini menjadi ancaman serius bagi mata pencaharian nelayan tradisional di desa pesisir karena merusak terumbu karang dan populasi ikan.
Melalui momentum ini, inovasi maritim Poltekpel Sumbar diharapkan menjadi stimulus bagi kebangkitan ekonomi laut daerah. Vasko menyayangkan masih banyaknya generasi muda yang terpaku pada sektor darat, padahal potensi bisnis pelayaran dan kelautan nasional sangat menjanjikan. Untuk itu, para alumni baru ditantang untuk berani merantau ke kancah internasional guna mengharumkan nama daerah di kapal-kapal asing global.
Guna memperkuat dampak jangka panjang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen penuh mendukung pengembangan inkubator bisnis maritim di kampus ini. Salah satu rencana strategis yang didorong adalah pembangunan fasilitas docking (galangan) kapal pertama di Sumatera Barat. Infrastruktur maritim ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja lokal, mendukung operasional armada kapal nelayan desa, serta mempercepat kemandirian sektor kelautan daerah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.