Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 27 Jan 2026 05:46 WIB ·

Gubernur Sumbar Terjang Sungai Demi Atasi Krisis Air Padang


					Gubernur Sumbar Terjang Sungai Demi Atasi Krisis Air Padang Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Menembus jalur ekstrem dan menyeberangi aliran sungai dengan berjalan kaki, Gubernur Sumatera Barat meninjau langsung progres perbaikan sumber air di Gunung Nago, Lambuang Bukik, Senin (26/1/2026). Langkah “jemput bola” ini dilakukan sebagai respons cepat atas krisis air bersih yang masih melanda empat kecamatan di Kota Padang, yakni Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara.

Gubernur menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini bukan sekadar seremoni, melainkan evaluasi nyata atas instruksi perbaikan jalur sungai Batang Gunung Nago pascabanjir. Ia ingin memastikan bahwa pasokan air bersih bagi warga tidak lagi hanya bergantung pada bantuan tandon darurat di depan rumah.

“Kondisi saat ini ekstrem. Kami memantau titik-titik potensial untuk pemasangan pipa permanen agar air bisa langsung mengalir ke pemukiman warga secara layak,” ujar Gubernur di sela peninjauan.

Kolaborasi Lintas Instansi di Jalur Ekstrem
Perbaikan ini melibatkan sinergi besar antara Balai Wilayah Sungai (BWS), PSDA Provinsi, hingga PUPR Kota Padang. Selain aliran sungai utama, Gubernur juga memantau renovasi saluran irigasi di kawasan SMA 9 Padang.

Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, menjelaskan bahwa terdapat tiga langkah strategis yang kini dipacu:

  • Teknologi Pompa: Pengoperasian pompa oleh SD ABK untuk menstabilkan debit.
  • Percepatan Intake: Optimalisasi pengambilan air baku oleh BWS.
  • Jalur Irigasi: Penyelesaian infrastruktur teknis oleh PUPR Kota Padang.

Belajar dari Model Irigasi Agam
Salah satu terobosan out of the box yang sedang dikaji adalah mengadopsi sistem pipanisasi yang sukses diterapkan di Kabupaten Agam. Model ini dinilai efektif untuk menjangkau wilayah dengan topografi sulit seperti di Kuranji, sehingga distribusi air bersih lebih stabil meski cuaca tidak menentu.

Aksi Gubernur yang turun langsung menyusuri sungai ini menjadi sinyal kuat bagi birokrasi daerah agar tidak hanya terpaku pada rapat koordinasi. Masyarakat kini menaruh harapan besar agar normalisasi jalur sungai dan infrastruktur air bersih ini rampung dalam waktu singkat guna mengakhiri ketergantungan pada tandon air manual.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Satlinmas Nagari Garda Amankan Pembangunan Desa Sumatera Barat

25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Cetak Miliarder Digital Desa Lewat Nagari Creative Hub Sumbar

25 Mei 2026 - 20:49 WIB

Bupati Erwin Burase Pacu Kemandirian UMKM Desa Parigi Moutong

24 Mei 2026 - 22:02 WIB

Diaspora Minang Ditantang Bangun Kemandirian Nagari Sumbar

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Sinergi Diaspora Membangun Nagari Jadi Strategi Resmi Sumbar

24 Mei 2026 - 19:33 WIB

Trending di PEMDA