Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 27 Feb 2026 09:29 WIB ·

Gubernur Mahyeldi Pastikan Jalur Malalak Siap Urai Macet Mudik


					Gubernur Mahyeldi Pastikan Jalur Malalak Siap Urai Macet Mudik Perbesar

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Menghindari ancaman lumpuh total akibat kemacetan saat Lebaran 2026, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melakukan aksi gerak cepat. Hanya berselang beberapa jam usai rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan, ia langsung terjun ke lapangan untuk membedah kesiapan jalur alternatif Malalak dan Lembah Anai, Kamis (26/2/2026).

Langkah ini diambil mengingat jalur utama Sitinjau Lauik diprediksi akan mengalami kepadatan ekstrem akibat proyek flyover. Gubernur menegaskan bahwa pemulihan jalur pascabencana akhir tahun lalu menjadi prioritas agar pemudik memiliki pilihan rute yang aman dan layak.

“Jalur alternatif harus siap sekarang. Beban kendaraan tahun ini akan jauh lebih tinggi, sementara kapasitas jalan kita masih dalam tahap pemulihan,” ujar Mahyeldi di sela peninjauan di Kabupaten Agam.

Optimalisasi Malalak dan Lembah Anai
Jalur Malalak diproyeksikan menjadi “katup penyelamat” untuk mengurai kepadatan rute Padang–Bukittinggi. Meskipun perbaikan menunjukkan progres signifikan, Gubernur mengingatkan bahwa rute ini sementara hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan mobil pribadi karena adanya titik rawan longsor.

Sementara itu, untuk ruas ikonik Lembah Anai, Pemprov Sumbar mendesak PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mempercepat pengerjaan. Targetnya, pada H-7 Lebaran, jalur ini sudah harus bisa difungsikan penuh selama 24 jam guna memecah arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik saja.

Skema One Way dan Posko Darurat
Selain kesiapan fisik, Dinas Perhubungan Sumbar telah menyiapkan skema lalu lintas ketat. Sistem satu arah (one way) berbasis waktu direncanakan akan berlaku pada jam puncak untuk meminimalisir kemacetan horor.

Rencana Jadwal Sistem One Way:

  • Padang–Bukittinggi: Pukul 10.00 – 14.00 WIB.
  • Bukittinggi–Padang: Pukul 14.00 – 18.00 WIB.

“Keputusan final skema ini akan dibahas bersama pihak kepolisian. Kami juga akan menambah posko pengamanan di titik rawan bencana untuk mempercepat respons gangguan,” tambah Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedi Diantolani.

Aksi cepat dari ruang rapat ke aspal jalanan ini mengirimkan sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serius menjamin kelancaran arus mudik 2026, sekaligus memastikan keselamatan warga di tengah tantangan pemulihan infrastruktur pascabencana.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA